top of page

Andrew Reyhans : Sampah Antariksa dan dampaknya bagi generasi mendatang

Diperbarui: 12 Des 2023


Familiar dengan sampah yang ada di bumi dan pencegahannya, ternyata tahun 2021 lalu, ada pemberitaan di media tentang jatuhnya sampah antariksa di daerah Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah, dan pas banget salah satu teman Minomic, Andrew posting foto ini di instagram. sebenarnya apa sih sampah antariksa itu, dan bagaimana ceritanya bisa ada sampah di luar bumi, sedangkan nggak ada manusia di sana? Yuk simak obrolan bareng Andrew soal sampah antariksa, yang juga bisa kamu dengarkan versi audionya, berikut ini! 




Kenalan yuk sama Andrew Reyhan! 


Ngomongin soal antariksa, ternyata Indonesia punya anak bangsa yang keren banget bernama Andrew Reyhans Saladin yang merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan belajar tentang hukum internasional, salah satunya hukum Udara dan angkasa dan melanjutkan jenjang S2 dengan mengambil studi Hukum Antariksa di Universitas Keio, Tokyo dan tesisnya membahas tentang sampah antariksa dan kaitannya hukum lingkungan internasional. 


Apa sih Sampah antariksa ini? 

Semua benda buatan manusia yang mengorbit bumi namun tidak memiliki fungsi lagi, misalnya satelit atau roket bekas yang sudah tidak beroperasi. Benda-benda ini bisa menjadi sampah, secara umum disebabkan oleh dua hal, karena sengaja atau tidak sengaja. contoh sebab yang disengaja adalah misalnya ada negara yang sengaja menghancurkan suatu satelit karena sudah tidak difungsikan lagi, sedangkan yang tidak sengaja, misalnya terjadinya tabrakan dari sampah yang sudah tercipta sebelumnya dengan sampah-sampah lain sehingga bentuknya semakin kecil dan menjadi serpihan, akhirnya jumlahnya semakin banyak. Casler syndrome dan 1-10 cm 1mm-1 cm karena tidak bisa dilacak. 



Sampah antariksa dapat menyebabkan banyak dampak bagi lingkungan. Meskipun keberadaannya di antariksa dan bukan di bumi, tapi sampah ini tetap saja menjadi masalah. Sampah ini bisa mengganggu peluncuran satelit atau menabrak satelit yang sedang mengorbit bumi, bahkan bisa jatuh ke bumi. Sampah antariksa punya berbagai ukuran. Salah satu yang berukuran besar, adalah yang jatuh di Indonesia pada tahun 2021. Sedangkan ukuran sampah yang kecil,punya energi yang besar yaitu 7km/detik sebanding dengan mobil yang kecepatannya bisa sampai 100 km/jam.


Dari mana sampah antariksa ini berasal? 

Bermula dari sejarah keantariksaan manusia 1957 Rusia meluncurkan roket pertama yang kemudian disusul oleh negara-negara lain seiring berkembangnya ilmu astronomi dan tetap ada di orbitnya, sampai saat ini. Satelit maupun benda-benda yang diluncurkan oleh manusia ke antariksa tetap ada di sana bahkan yang sudah tidak berfungsi sekalipun.





Apa sih mitigasi yang dilakukan masyarakat dunia untuk mengatasi masalah ini?


Di lingkungan internasional, ada badan PBB yang namanya United Nation the Committee on the Peaceful Uses of Outer Space (UNCOPUOS) dan mereka bikin space debris mitigation guidelines untuk setiap negara yang mau meluncurkan wahana antariksa, tapi masih bersifat guidelines dan tidak mengikat. 


Buat netizen yang ingin tau lebih banyak soal masalah ini, bisa cari info kemana dan apa sih kira-kira kontribusi yang bisa kita lakukan? 


Kita bisa secara aktif memantau pemerintah Indonesia agar mematuhi guideline ini, apalagi Indonesia punya rencana untuk buat Badan Antariksa di Indonesia Timur dan kedepannya aktivitas antariksa kita pasti makin banyak. Anak muda Indonesia juga bisa gabung dan aktif di organisasi yang namanya https://spacegeneration.org/ yang memang wadah di bawah COPUOUS khusus untuk anak-anak muda yang tertarik dengan isu ini. 


Seru banget ya perbincangan soal sampah antariksa ini. Setelah mengetahui dampak dari sampah antariksa yang tidak kalah berbahaya dengan sampah yang ada di bumi, Kira-kira kamu tertarik nggak nih untuk ikut mendorong pemerintah lebih peduli lewat aksi-aksi nyata? Bagi yang suka versi audio, Pembahasannya juga bisa kamu dengar di sini, ya! 




222 tampilan1 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

1 Comment


Tiara
Tiara
May 12, 2021

Sejauh ini ada ga sih kak kasus celaka dari efek sampah antariksa ini?


Juga, makasih banyak kak. Jadi nambah ilumnya.

Like
bottom of page