• Cleanomic

Serba-serbi tentang Ekonomi Biru

Diperbarui: Nov 11

Istilah ekonomi hijau tentu sudah tidak terdengar asing lagi sekarang. Bagaimana kalau ekonomi biru? Apa sih ekonomi biru itu?


Let’s talk about history a little bit. Meski mungkin terdengar baru, konsep ekonomi biru sebenarnya sudah tercetus sejak tahun 1972, melalui konferensi PBB di Stockholm. Meski demikian, definisinya sendiri masih dimaknai berbeda-beda oleh beberapa lembaga dunia. 


Bank Dunia misalnya, mengartikan ekonomi biru sebagai pemanfaatan sumber daya laut yang berkelanjutan untuk pertumbuhan ekonomi, peningkatan mata pencaharian dan pekerjaan sembari menjaga kesehatan ekosistem laut. Sedangkan World Wildlife Fund (WWF) merumuskan bahwa setiap kegiatan ekonomi di sektor maritim yang mencakup pelaku usaha serta masyarakat setempat baik itu berkelanjutan atau tidak, turut berada di bawah payung konsep ekonomi biru.


Setelah membaca berbagai sumber yang memuat berbagai definisi, Cleanomic ingin mengacu pada definisi oleh CGTN Africa – blue economy is defined as the sustainable use of ocean resources for economic growth, improved livelihoods and jobs, while preserving the health of ocean ecosystem.

Jadi selain meraup laba dari kegiatan ekonomi, prinsip ekonomi biru harus dapat mensejahterakan pelaku usaha serta masyarakat setempat tanpa merusak ekosistem laut sendiri. 


Mengapa ekonomi biru penting?


Kontribusi sektor maritim ke perekonomian global ini nggak main-main. WWF mencatat, potensi yang dapat diraih dengan pendekatan ekonomi biru mencapai USD 24 triliun atau setara dengan 319 triliun rupiah.

Kalau di-breakdown lagi, dari sektor perikanan sendiri telah menyumbang 270 miliar USD setiap tahun ke global Gross Domestic Product (GDP) atau total dari seluruh penjualan barang atau jasa sebuah negara. Pengangkutan barang melalui jalur laut, pertumbuhannya mencapai 80% dan diprediksi akan bertambah dua kali lipat pada tahun 2030.


Nggak cuma bicara profit aja, laut secara natural bersifat sebagai major carbon sink atau mampu menyerap karbon dioksida secara masif. Selain menyerap karbon dioksida, laut pun merupakan sumber kurang lebih 50% dari oksigen yang kita hirup.


Indonesia sendiri, as we all know sebagai negara kepulauan, sebanyak 70% dari antaranya merupakan wilayah perairan. This being said, sektor maritim sangat mungkin untuk dijadikan tumpuan perekonomian Indonesia.


Sudah sampai di mana kita sekarang?


Nah, melihat urgensi dan besarnya dampak dari penerapan konsep ekonomi biru, mungkin akan membuat kita bertanya-tanya, bagaimana negara kita mengimplementasikan konsep ekonomi biru?

Tahun 2012, mantan presiden SBY mencanangkan cita-cita Indonesia untuk menjadikan laut sebagai kekuatan untuk mewujudkan keamanan nasional, mewujudkan kemandirian ekonomi serta peningkatan sumber daya maritim. Hal ini disampaikannya pada UN Conference on Sustainable Development pada tahun 2012.

Hingga kini pemerintahan Presiden Jokowi pun memiliki kebijakan yang mulai mengarah untuk mendukung ekonomi biru. Sebut saja pembukaan tol laut, pembatasan illegal fishing untuk meningkatkan pendapatan dari perikanan sampai meningkatkan wisata bahari.


Dijalankan sudah, tapi apakah sudah berhasil?


Data dari kanal berita Pinter Politik menunjukkan bahwa sumbangsih sektor kelautan dan perikanan terhadap GDP nasional hanya meningkat tipis dari tahun ke tahun, bahkan angka kenaikannya tidak mencapai 1%.

Tidak bisa dipungkiri, kalau membahas masalah maritim dan perikanan di Indonesia memang cukup kompleks. Harus memberantas kejahatan pencurian ikan, perampokan serta pembajakan yang merupakan tantangan terbesarnya. Data menurut Tempo, setiap tahunnya, Indonesia mencapai kerugian hingga 42 triliun rupiah akibat pencurian ikan.


Meski memang belum sempurna, setidaknya kita tahu bahwa mereka yang duduk di jajaran pemerintahan Indonesia sudah aware dengan konsep ekonomi biru dan sudah bergerak ke arah sana. Juga melihat praktik penenggelaman kapal yang dilakukan oleh Ibu Susi Pudjiastuti atau Menteri Kelautan dan Perikanan di kabinet kerja yang lalu.  Kita belum bahas polemik bibit lobster dulu yah disini, hehehe.  Kita bahas di lain kesempatan. 


Yuk kita pantau terus praktik-praktik nyata di Indonesia yang mendukung konsep ekonomi biru ini ya!





0 tampilan

©2020 by Cleanomic