• Cleanomic

Simplifying my skin care routine



Siapa yang suka belanja ratusan ribu bahkan jutaan (atau ngutang dan nyicil 🤭) produk-produk personal skin care, make up, dan teman-temannya?? ⁠

Yang punya kebutuhan dan kondisi khusus tentu ga termasuk yahh. ⁠

Dulu aku pun begitu kok man teman, sampai akhirnya pelan-pelan mengubah kebiasaan dengan mulai pakai dulu yang ada dan sampe habis. Terus beralih sama produk-produk lokal yang simpel kaya face oil, sampaaai akhirnya sekarang cuman pakai coconut oil untuk segala urusan kulit. ⁠

Urusan kulit tentu urusan yang sangat personal bagi masing-masing orang, so what works for me may not work for others. Tapi semangat yang ingin disampaikan disini adalah kamu bisa mulai dari mana aja, kalau kamu punya kebiasaan berlebih yang bisa dikurangi, then do it!


If not, bisa cari aspek lain di hidup kamu yang bisa mulai dipikirulang.⁠


Kalau berkaca pada pengalaman sebelumnya, ga bisa dipungkiri bahwa konsumsi sosial media tuh ngaruh banget sama perilaku "banyak mau". Apalagi pas nonton dokumenter "The Social Dillema" "Less is Now" di netflix, disitu serem banget lho karena dikasi tau kalau instagram itu bener-bener memperhitungkan berapa lama kita lihat suatu gambar, apa aja yang kita like, untuk membuat suatu estimasi produk seperti apa yang kita suka, our apps probably know us better than most people. Film dokumenter ini juga menyebutkan bahwa banyak dari iklan dan content ini memang khusus di design agar kita berpikir bahwa "kita itu cantik" "hidup kita lengkap" "bahagia" adalah dengan membeli produk-produk terbaru.


Dulu aku pernah ketemu orang yang bela-belain beli skin care mahal, serum merek impor gitu deh, dengan minjem duit dari orang plus di cicil pula. Padahal menurut ku, kulitnya udah mulus banget, tapi kok bisa yah orang maksain segitunya?


Akhirnya memilah konten jadi sama pentingnya dengan memilah sampah. Hati-hati dengan apa yang kamu like, liat, dan follow, karena it really can make a huge different in the way you perceive things.




15 tampilan0 komentar