top of page

Ruas Lab: Solusi Ngopi Berkelanjutan dengan Gelas Ampas Kopi


Yang suka minum kopi mana suaranya? Ngopi jadi kegiatan yang banyak disukai orang Indonesia, selain karena rasanya yang enak, ngopi memberikan kesan relaksasi dan penghilang penat bagi kita yang meminumnya. Sekarang ini ngopi malah selayaknya tren dikalangan anak muda, data beberapa tahun terakhir menunjukan kalau bisnis kopi kecil kekinian berkonsep grab and go makin banyak bertebaran di berbagai wilayah Indonesia dan diminati banyak orang. 


Kalian pasti tau kalau kedai kopi grab and go umumnya pakai kemasan apa, yapp gelas plastik sekali pakai! Tidak hanya kopi sih, minuman rasa-rasa lainnya yang juga berjemur dimana-mana, juga memakai kemasan yang sama. Konsumen yang memilih takeaway mengakibatkan penggunaan plastik sekali pakai semakin meroket sehingga sampah plastik sekali pakai semakin banyak dan ujungnya di lautan menyebabkan pencemaran lingkungan.


Hal ini menginspirasi Sesa, seorang lulusan desain produk, untuk membuat alternatif packaging pengganti plastik yang mudah terdekomposisi. Secara mandiri ia berinovasi di studionya yang ia namai Ruas Lab.



Ruas Lab berdiri di tanggal 19 September 2021, sebuah startup bioteknologi yang fokus melestarikan alam dan makhluk hidup melalui solusi pengemasan berkelanjutan. Ruas lab memanfaatkan limbah bubuk kopi dan bahan tidak beracun untuk menghasilkan material yang mewakili keberlanjutan. Ruas Lab punya tujuan untuk menggantikan gelas plastik sekali pakai dengan inovasi material yang ia temukan yaitu ‘Biocoffee’.


Alasan lain Ruas Lab berdiri juga karena peluang pasar yang tinggi. Data menyebutkan Indonesia merupakan produsen kopi terbesar ketiga dunia, dan masuk dalam 4 pemasok kopi terbesar dunia. 



Proses produksi Ruas Lab masih dalam skala home industry, Biocoffee terbuat dari 40% ampas kopi yang dikeringkan di sinar matahari, kemudian diolah dengan beberapa bahan baku alam yang lain. Setiap kopi yang diminum menghasilkan ampas kopi sebesar 20 gram, untuk membuat 1 buah  cup dibutuhkan 60 gram ampas kopi, jadi setiap tiga orang minum kopi menghasilkan 1 cup ampas kopi. 


Karakteristik material ini seperti kaca, dari berat dan teksturnya hampir mirip meski tidak semulus kaca karena adanya lubang-lubang gelembung udara pada saat dicetak. Material ini juga cukup kuat untuk menahan air mendidih. Lebih baiknya, meski seperti kaca material ini menghantarkan panasnya sedikit, jadi ketika dipegang hanya akan terasa hangat saja. Tidak sampai disitu saja, gelas ampas kopi ini dapat di recycle dengan mudah.



Saat ini Ruas Lab bekerjasama dengan Kopi Sediakala, Kopi Dub, dan membangun key partner sebuah komunitas bernama ‘Ecoffeenomy’ yaitu produk eco dari ampas kopi untuk ekonomi sirkular. Ecoffeenomy merupakan komunitas yang dibuat untuk mengumpulkan kedai kopi daerah Jakarta dan sekitarnya yang memiliki visi misi mengarah pada sustainability. Ecoffeenomy bertujuan untuk menjembatani usaha ekonomi sirkular Ruas Lab dengan tiap kedai kopi untuk menyetorkan limbah ampas kopi mereka tiap minggu. Limbah tersebut akan diolah oleh Ruas Lab menjadi produk dekorasi seperti toples, coaster, canvas dan produk disposable cup pengganti cup plastik sekali pakai yang dapat meningkatkan brand value hingga menaikan pendapatan pada kedai kopi tersebut.


Kalau kamu punya kedai kopi dan ingin bekerjasama dengan Ruas Lab atau penasaran dengan produk Ruas Lab lainnya, kamu bisa cek Instagram @ruas.lab yaa. Yuk ikut tren ngopi dengan cara yang berkelanjutan!

13 tampilan0 komentar
bottom of page