top of page

#AugustArt Challenge: Melukis dengan Warna dari Tanah Indonesia

  • 3 hari yang lalu
  • 2 menit membaca

Bulan kemerdekaan selalu jadi momen untuk memupuk kembali rasa cinta pada tanah air. Tahun ini, Cleanomic mengajak semua orang merayakannya lewat cara yang berbeda: #AugustArt Challenge and let's do it through one artwork at a time, and what better way to kick off this challenge than with natural pigment made straight from our own soil — handcrafted by @colours_of_indonesia_ 🌍🖌️


Negara Megabiodiversitas, Sekaligus Geodiversitas


Indonesia sering disebut sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati (megabiodiversitas) tertinggi di dunia. Tapi ada satu kekayaan lain yang jarang dibahas: geodiversitas.


Setiap daerah di Indonesia punya warna tanahnya sendiri — merah bata, cokelat tua, kuning oker, hingga hitam legam — hasil dari proses geologi yang berbeda-beda selama jutaan tahun. Warna-warna ini bukan sekadar estetika, tapi jejak dari sejarah bumi itu sendiri.


Sulawesi dan Lukisan Tertua di Dunia



Yang menarik, jejak penggunaan pigmen alami oleh manusia di Nusantara ternyata sangat tua — bahkan disebut sebagai salah satu yang tertua di dunia. Di Leang Karampuang, Sulawesi Selatan, ditemukan lukisan gua yang diperkirakan berusia lebih dari 51.000 tahun. Jauh sebelum piramida dibangun, jauh sebelum peradaban-peradaban besar dunia dikenal, leluhur kita di Sulawesi sudah menggunakan pigmen dari mineral alami untuk melukis di dinding gua.


Artinya, praktik "melukis dengan warna dari tanah" bukan hal baru bagi Indonesia. Ini adalah tradisi yang sudah berumur puluhan ribu tahun — jauh sebelum kita lahir, jauh sebelum kata "sustainable living" ada.


Throwback: Reimagining Ancient Colours of Indonesia (2024)

Dua tahun lalu, ide besar ini pernah kami angkat lebih jauh lewat sebuah pameran seni mini bertajuk "Reimagining Ancient Colours of Indonesia: Melukis Masa Depan dari Warna-warna Lampau".


Pameran ini digagas oleh Cleanomic bersama Meramu.id, Colours of Indonesia, dan Asti Husain, dalam rangka merayakan Hari Keanekaragaman Geologi pada 6 Oktober 2024. Lewat pameran ini, kami mencoba menjembatani dua hal yang sering terasa jauh satu sama lain: tradisi masa lampau bangsa ini, dan gaya hidup berkelanjutan yang relevan untuk masa kini.


Pengunjung diajak menjelajahi lanskap, mineral, dan pigmen alami yang sudah membentuk identitas budaya Indonesia sejak puluhan ribu tahun lalu — sekaligus melihat bagaimana warisan geologi yang sering terabaikan ini bisa dihidupkan kembali lewat ekspresi seni dan pengalaman multi-indera.


🎥 [Tonton kembali video throwback pameran "Reimagining Ancient Colours of Indonesia"



Kenapa Ini Penting untuk #AugustArt

Setiap sapuan kuas dengan pigmen dari tanah bukan cuma soal warna. Itu adalah cara kita menyambung kembali dengan bumi tempat kita berdiri, dan dengan leluhur yang sudah melakukannya jauh sebelum kita ada.


Di tengah krisis lingkungan dan keberlanjutan yang makin mendesak, mengangkat kembali praktik lampau ini bukan nostalgia semata — tapi pengingat bahwa Indonesia sudah punya modal pengetahuan yang begitu kaya soal harmoni antara manusia dan alam. Tugas kita sekarang adalah melestarikannya, dan membawanya ke masa depan.


Yuk, ikutan #AugustArt Challenge — pilih satu warna dari tanah Indonesia, dan ceritakan lewat karyamu. 🎨🇮🇩


Komentar


tags

FA LOGO PACKAGE CLEANOMIC (NEW)-02.png

EcoLawgic

What we do

Instagram

Contact

©2026 by Cleanomic

bottom of page