Carbon Series Episode 2: Apa Itu Gas Rumah Kaca dan Bagaimana Mekanisme Perdagangan Karbon?
- Cleanomic
- 23 Nov 2025
- 3 menit membaca

Yuk kita bahas fondasinya pasar karbon dulu: apa itu GRK, kenapa jadi masalah global, dan bagaimana kaitannya dengan perdagangan karbon.
Apa Itu Gas Rumah Kaca (GRK)?
Menurut regulasi, Gas Rumah Kaca (GRK) adalah gas-gas di atmosfer—baik alami maupun hasil aktivitas manusia (antropogenik)—yang menyerap dan memancarkan kembali radiasi inframerah.
Contoh GRK utama:
Karbon dioksida (CO₂)
Metana (CH₄)
Nitrous oksida (N₂O)
Gas lain dalam jumlah lebih kecil
GRK muncul dari aktivitas seperti:
Pembakaran bahan bakar fosil (minyak, gas, batu bara)
Deforestasi
Pertanian
Limbah & industri
Secara teknis, jenis GRK banyak, tapi dalam percakapan sehari-hari sering disederhanakan menjadi “emisi CO₂” saja.
Kenapa GRK Jadi Masalah?
GRK membentuk lapisan yang menahan panas matahari di atmosfer.Dalam kondisi normal, panas matahari akan kembali keluar ke angkasa.Tetapi karena lapisan GRK ini semakin tebal, panas terjebak dan dipantulkan kembali ke permukaan bumi.
Inilah yang kita sebut:
Efek Rumah Kaca
Pemanasan Global
Climate Change
Analogi simpelnya: seperti ketika kita berada di dalam rumah kaca—panasnya terperangkap dan semakin meningkat.
Kenapa Dunia Sepakat Membatasi Pemanasan ke 1.5°C?
Di Paris Agreement, ilmuwan global mengingatkan bahwa dunia tidak boleh melebihi kenaikan 1.5°C.
Bayangkan suhu bumi seperti suhu tubuh manusia:
Suhu normal: 36–37°C
Naik 0.5°C saja → demam
Naik ke 38–39°C → tidak normal
Naik ke 40°C → bisa fatal
Bumi juga begitu. Sedikit kenaikan berdampak besar pada:
Cuaca ekstrem
Gagal panen
Krisis air
Kerusakan ekosistem
Kenaikan permukaan air laut
Dua studi global menunjukkan 2024 mencatat rekor panas yang mengindikasikan bumi sudah melewati ambang 1.5°C—walau belum merupakan penilaian resmi (karena Paris Agreement memakai rata-rata jangka panjang), tetapi tetap menjadi alarm keras.
Kalau Emisinya Masalah, Kenapa Perdagangan Karbon Jadi Solusi?

Perdagangan karbon adalah jual beli UNIT KARBON, yaitu:
1. Sertifikat Pengurangan Emisi (SPE GRK)
Hasil reduksi atau penyerapan emisi yang sudah diverifikasi (domestik/internasional).1 SPE = 1 ton CO₂e yang berhasil dikurangi/ diserap.
2. Kuota Emisi GRK
Jatah maksimal emisi yang boleh dilepas oleh perusahaan tertentu.1 Kuota = izin mengeluarkan 1 ton CO₂e.
Dua instrumen inilah yang diperjualbelikan dalam pasar karbon.
Siapa yang Membeli SPE GRK?

Biasanya perusahaan yang:
Menghasilkan emisi besar
Punya target net zero atau komitmen ESG
Sedang dalam masa transisi teknologi
Belum bisa langsung mengubah proses produksinya
Contoh: Sebuah pabrik mengeluarkan 50 ton CO₂ per tahun.Untuk offset, perusahaan membeli 50 SPE GRK yang membiayai proyek karbon di tempat lain yang menyerap 50 ton CO₂.
Ibaratnya: “menebus” jejak karbonnya.
Makanya ada istilah:
Carbon credit is a “right to pollute” — hak untuk mencemari, selama dibayar dan di-offset.
Dengan harga karbon di Indonesia yang relatif murah, banyak perusahaan akhirnya:
membeli kredit karbon
tanpa benar-benar mengubah praktik bisnisnya
Padahal idealnya:
Kurangi emisi internal dulu
Transisi teknologi
Baru gunakan kredit karbon sebagai finishing touch
Tapi kita juga paham—transisi membutuhkan waktu, investasi, dan kesiapan teknologi. Maka, carbon credit jadi jembatan sementara.
Bagaimana dengan Kuota Emisi GRK?

Untuk kuota, pemerintah menetapkan batas maksimal emisi sektor tertentu.
Jika:
Perusahaan A melebihi kuota → harus beli kuota dari perusahaan lain
Perusahaan B berhasil menekan emisi → dapat menjual sisa kuota
Ini menciptakan:
Insentif finansial bagi perusahaan yang beralih ke teknologi rendah karbon
Return on investment untuk biaya transisi (R&D, peralatan baru, dll.)
Tapi... Pasar Karbon Tidak Bisa Berjalan Sendiri
Agar adil dan efektif, ekosistem karbon harus disertai:
Regulasi ketat
Carbon pricing yang sesuai
Mandatory disclosure
MRV yang kuat
Kebijakan komplementer lainnya
Tujuannya sederhana:
Bukan hanya membeli offset, tapi benar-benar mengurangi emisi aktual.
Penutup: Episode 3 Akan Kupas Instrumen Pasar Karbon Secara Lebih Detail
Ini baru permukaan dari dunia carbon market.Di episode berikutnya, kita akan bahas:
jenis-jenis proyek karbon
vbagaimana perusahaan memutuskan strategi karbon
dan bagaimana semua ini berhubungan dengan Perpres 110/2025
Kalau ada pertanyaan atau topik yang mau dibahas, tulis di komentar ya!
-01.png)






This informative article offers a clear and engaging explanation of greenhouse gases and the mechanisms of carbon trading, effectively illustrating how environmental science and economic policy intersect to address climate change. The breakdown of concepts such as carbon footprints, regulatory frameworks, and market‑based solutions helps readers understand the complexity and urgency of global environmental action. In a similar spirit of informed decision‑making and long‑term planning, students considering mbbs in georgia should also approach their educational goals with careful research and understanding of program structures, clinical exposure, and career pathways. Both environmental sustainability and academic planning benefit from thoughtful inquiry and a commitment to informed choices that shape a better future.
Humanize 113 words