top of page

Mengenal Masjid Ramah Lingkungan

  • 8 Mar
  • 2 menit membaca


Masjid selama ini kita kenal sebagai ruang ibadah, tempat sujud, doa, dan perenungan. Namun di tengah krisis ekologis global, masjid memiliki potensi yang jauh lebih besar: menjadi pusat gerakan, pusat edukasi, dan pusat aksi nyata menjaga bumi.


Di kawasan Telaga Sakinah, Bekasi, langkah itu mulai diwujudkan oleh DKM Masjid Baitul Makmur. Mereka tidak hanya mengurus kegiatan ibadah, tetapi juga mengintegrasikan nilai keberlanjutan ke dalam tata kelola dan aktivitas masjid sehari-hari.


Pertanyaannya: seperti apa praktik masjid ramah lingkungan? Apa tantangannya? Dan bagaimana peran DKM dalam menggerakkan jamaah?


Masjid sebagai Pusat Gerakan Lingkungan


Konsep “masjid ramah lingkungan” bukan sekadar soal menanam pohon atau mengurangi plastik. Ia menyentuh tiga dimensi utama:


1. Tata Kelola dan Infrastruktur


  • Pengelolaan sampah terpilah (organik, anorganik, residu).

  • Pengurangan penggunaan plastik sekali pakai saat kajian atau buka puasa.

  • Efisiensi air wudhu melalui keran hemat air.

  • Optimalisasi pencahayaan alami dan ventilasi untuk mengurangi konsumsi listrik.


Langkah-langkah ini terlihat sederhana, tetapi dampaknya sistemik jika dilakukan konsisten.


2. Edukasi dan Perubahan Perilaku


Masjid memiliki otoritas moral. Ketika isu lingkungan disampaikan dalam khutbah, kajian, atau pengumuman setelah salat, ia tidak lagi menjadi isu teknis—melainkan bagian dari akhlak.


Spirit puasa dalam Ramadan, misalnya, bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari israf (berlebihan). Mengurangi food waste saat buka bersama adalah bentuk konkret dari nilai tersebut.


3. Gerakan Kolektif Jamaah


Perubahan tidak akan terjadi jika hanya berhenti pada kebijakan DKM. Kunci keberhasilan ada pada partisipasi jamaah.


DKM Masjid Baitul Makmur Telaga Sakinah menunjukkan bahwa ketika pengurus masjid aktif mengedukasi, memberi contoh, dan menyediakan fasilitas pendukung, jamaah lebih mudah terlibat.


Dari memilah sampah hingga membawa tumbler sendiri, perubahan kecil menjadi budaya baru.


Peran Strategis DKM


DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) memegang tiga peran kunci:


  1. Role Model – Pengurus harus menjadi contoh dalam praktik hidup berkelanjutan.

  2. Policy Maker – Menetapkan aturan internal, seperti larangan penggunaan plastik sekali pakai dalam kegiatan masjid.

  3. Educator & Mobilizer – Mengintegrasikan pesan lingkungan dalam ceramah dan aktivitas sosial.


Masjid yang makmur bukan hanya ramai jamaahnya,

tetapi juga membawa keberkahan bagi lingkungan sekitarnya.


Tonton diskusi lengkapnya di video ini yah:



2 Komentar


Shiksha
Shiksha
sehari yang lalu

This blog offers an insightful perspective on how mosques can go beyond being places of worship to become centers of environmental awareness and action, integrating sustainability into daily practices and community life.  In a similar way, when evaluating MBBS in Egypt fees, students should look beyond just cost and focus on long-term value and impact, with Education Vibes helping guide informed decisions.

Suka

Doodle Jump 2 offers a range of features that make it both fun and addictive. The gameplay is fast and exciting, encouraging players to keep trying again and again.

Suka

©2025 by Cleanomic

bottom of page