Mengenal Masjid Ramah Lingkungan
- 1 hari yang lalu
- 2 menit membaca

Masjid selama ini kita kenal sebagai ruang ibadah, tempat sujud, doa, dan perenungan. Namun di tengah krisis ekologis global, masjid memiliki potensi yang jauh lebih besar: menjadi pusat gerakan, pusat edukasi, dan pusat aksi nyata menjaga bumi.
Di kawasan Telaga Sakinah, Bekasi, langkah itu mulai diwujudkan oleh DKM Masjid Baitul Makmur. Mereka tidak hanya mengurus kegiatan ibadah, tetapi juga mengintegrasikan nilai keberlanjutan ke dalam tata kelola dan aktivitas masjid sehari-hari.
Pertanyaannya: seperti apa praktik masjid ramah lingkungan? Apa tantangannya? Dan bagaimana peran DKM dalam menggerakkan jamaah?
Masjid sebagai Pusat Gerakan Lingkungan
Konsep āmasjid ramah lingkunganā bukan sekadar soal menanam pohon atau mengurangi plastik. Ia menyentuh tiga dimensi utama:
1. Tata Kelola dan Infrastruktur
Pengelolaan sampah terpilah (organik, anorganik, residu).
Pengurangan penggunaan plastik sekali pakai saat kajian atau buka puasa.
Efisiensi air wudhu melalui keran hemat air.
Optimalisasi pencahayaan alami dan ventilasi untuk mengurangi konsumsi listrik.
Langkah-langkah ini terlihat sederhana, tetapi dampaknya sistemik jika dilakukan konsisten.
2. Edukasi dan Perubahan Perilaku
Masjid memiliki otoritas moral. Ketika isu lingkungan disampaikan dalam khutbah, kajian, atau pengumuman setelah salat, ia tidak lagi menjadi isu teknisāmelainkan bagian dari akhlak.
Spirit puasa dalam Ramadan, misalnya, bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari israf (berlebihan). Mengurangi food waste saat buka bersama adalah bentuk konkret dari nilai tersebut.
3. Gerakan Kolektif Jamaah
Perubahan tidak akan terjadi jika hanya berhenti pada kebijakan DKM. Kunci keberhasilan ada pada partisipasi jamaah.
DKM Masjid Baitul Makmur Telaga Sakinah menunjukkan bahwa ketika pengurus masjid aktif mengedukasi, memberi contoh, dan menyediakan fasilitas pendukung, jamaah lebih mudah terlibat.
Dari memilah sampah hingga membawa tumbler sendiri, perubahan kecil menjadi budaya baru.
Peran Strategis DKM
DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) memegang tiga peran kunci:
Role ModelĀ ā Pengurus harus menjadi contoh dalam praktik hidup berkelanjutan.
Policy MakerĀ ā Menetapkan aturan internal, seperti larangan penggunaan plastik sekali pakai dalam kegiatan masjid.
Educator & MobilizerĀ ā Mengintegrasikan pesan lingkungan dalam ceramah dan aktivitas sosial.
Masjid yang makmur bukan hanya ramai jamaahnya,
tetapi juga membawa keberkahan bagi lingkungan sekitarnya.
Tonton diskusi lengkapnya di video ini yah:
-01.png)



Komentar