top of page

Baca Ini Sebelum Memulai Bisnis Catering Ramah Lingkungan

Diperbarui: 12 Des 2023

Sumber: Pexels 


Bisnis catering adalah usaha dengan potensi pasar yang luas, apalagi dunia kuliner tidak pernah sepi peminat. Tapi, tentu harus ada nilai yang ditambahkan agar usaha ini tak sekadar menghasilkan cuan tetapi punya dampak positif dan memberi kesan di hati konsumen. Pertanyaannya, bagaimana ya memulai bisnis ini?  


Di sebuah kesempatan, teman kami dari @lauknasimerah menghubungi dan menanyakan, gimana sih cara supaya punya bisnis catering yang lebih ramah lingkungan? apa yang bisa mereka lakukan sebagai orang yang baru saja memulai bisnis ini?  sejujurnya, kami selalu mengapresiasi inisiatif dan niat dari teman-teman yang sudah mulai kepikiran untuk bikin usaha kalian lebih sustainable, it’s a goood start!



Menurut The International Food Policy Research Institute’s 2022, Sistem pangan diperkirakan berkontribusi sebesar 34 persen dari total emisi gas rumah kaca. Dengan adanya catering ramah lingkungan, hal ini akan meminimalisir dampak pemanasan global. 


Kami pun langsung riset dan mencari berbagai referensi tentang green catering.  Nah, kalau mendengar bisnis green catering, apa yang terlintas di pikiranmu? Do you think that it’s possible? Ketika berbicara tentang green business, seringkali yang terpikir cuma yang ada kaitannya dengan produk atau jasa yang dijual. Padahal kalau kita lihat dari definisinya, green business merupakan model bisnis yang fokus pada tiga hal; sosial, lingkungan, dan tentu finansial. Dari definisi tersebut, bisa dikatakan bahwa sebagian besar peluang bisnis yang tersedia di era modern ini bisa banget mengadopsi prinsip-prinsip green business, meski nggak serta merta menjual produk atau jasa yang berhubungan langsung dengan lingkungan. 


Nah, berikut beberapa tips yang Cleanomic rangkum dari berbagai sumber tentang bagaimana membuat bisnis catering yang hijau. Jika kamu salah satu orang yang ingin memulai usaha di bidang ini, Keep on reading!


Aspek Makanan dalam Catering


  1. Menu Plant-Based 

  2.  Jadwalkan Sesuai Bahan Baku

Selain dua di atas, mengurangi food waste  dan belanja minim sampah juga penting. Nggak cuma cost-effective, hal ini tentu aja bersahabat bagi lingkungan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan jika kamu ingin mengurangi food waste, salah satunya dengan mendata jumlah persediaan barang dan mengurangi waste seminimal mungkin. Sesuaikan stok bahan baku dengan rata-rata pesanan per hari dan hindari menumpuk stok yang terlalu banyak untuk mengurangi risiko membuang-buang makanan. Jika memang ada bahan baku yang sudah tidak dapat diolah dengan cara tertentu, coba cara kreatif lainnya untuk tetap menjadikannya ada nilai guna. Cari resep pengolahan alternatif yang tetap tidak membahayakan mereka yang mengonsumsi makanan tersebut.


Hal ini juga berlaku untuk kulit buah, misalnya. Jika biasanya kulit buah langsung menuju tempat sampah, ternyata ada cara-cara yang membuatnya tetap punya nilai guna dengan rasa yang enak dan khasiat kesehatan yang tinggi. Membuat selai dari kulit buah naga, contohnya.  Dan satu lagi yang tidak kalah penting adalah memilah dan mengompos sisa makanan atau bahan makanan! Mengompos dan mengelola sampah organik sendiri memiliki dampak luar biasa lho dan caranya juga mudah banget. 


Aspek Alat Catering dan Perlengkapannya

Bisnis catering tentu tidak lepas dari perlengkapan pendukung seperti wadah serta alat makan. Aspek ini tidak kalah pentingnya, mengingat alat-alat inilah yang menjaga makanan tetap bersih dan aman sampai di tangan konsumen.  


Mengenai aspek ini, kamu bisa memilih wadah dan alat makan yang dapat didaur ulang atau dipakai ulang oleh pelanggan. Jika menggunakan plastik, pilih jenis PET yang lebih mudah terurai. Atau opsi yang lebih baik, yaitu alat dan wadah makan dari pelepah pisang atau bambu yang tidak tergolong langka dan juga lebih mudah terurai dibanding kayu. Nantinya, konsumen dapat memanfaatkan wadah-wadah ini untuk wadah meal-preparation, aksesoris atau lainnya. 


Opsi lain yang dapat kamu gunakan, yaitu servingware yang terbuat dari pelepah pinang. Pelepah pinang merupakan daun kering yang jatuh dari pohon dan biasanya dibuang atau dibakar, sehingga menjadikan pelepah pinang menjadi alat makan tentu ramah bagi lingkungan, bahkan mengurangi sampah dan meningkatkan nilai gunanya. Bahan ini juga aman untuk makanan berkuah karena lapisan kutikulanya, dan juga aman untuk dipanaskan kembali di microwave.


Jika bisnis catering melayani catering untuk pesta, buatlah beverage station dibanding menyediakan kaleng-kaleng minuman bersoda. Siapkan dispenser yang cukup besar dan gelas yang dapat dipakai ulang. Dengan cara ini, kamu juga dapat menjadikannya sebagai aspek dekorasi dalam acara tersebut. 


Aspek Lain yang Mendukung 


Nggak hanya aspek yang secara langsung ‘terlihat’ seperti makanan dan alat makan, kamu juga perlu mempertimbangkan aspek lain, diantaranya : 

  1.  Penerapan prinsip keberlanjutan dalam praktik setiap hari. 

  2. Aplikasikan prinsip transparansi dalam catering

  3. Bangun demand bisnis sustainable dengan edukasi

Selalu ingat bahwa sustainability itu maraton, bukan sprint. Keputusan kecil tentu berharga, apalagi yang sifatnya berkelanjutan. Nah, dengan tips-tips di atas, Cleanomic yakin meski memang sedikit menantang, membangun bisnis catering yang lebih sustainable bukannya nggak mungkin. You can do this! 


Referensi:

278 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments


bottom of page