top of page

Cestra Natural Dyes: Mengenal dan Mencintai Indonesia Melalui Aneka Pigmen Warna Alami

Diperbarui: 7 Des 2023


Warna jadi salah satu aspek keindahan yang mempercantik banyak hal di sekitar kita. Setiap orang biasanya punya warna favorit mereka sendiri, kamu juga pasti punya kan? Kesukaan kita terhadap warna tertentu biasanya mempengaruhi pemilihan warna-warna barang atau baju yang kita punya. Warna juga dapat menstimulasi perkembangan otak, kreativitas dan imajinasi anak. Nah, fakta menariknya, ternyata dalam sejarah kebudayaan Indonesia, warna juga punya kisahnya sendiri.


Sejarah pewarnaan menggunakan bahan alami di Indonesia bermula di abad 18. Saat itu tradisi membatik yang dimiliki leluhur Nusantara, khususnya di Pulau Jawa, berkembang di keraton Yogyakarta dan Surakarta sebagai pusat pemerintahan, ilmu pengetahuan dan budaya. Tradisi tersebut kemudian meluas ke daerah-daerah lainnya seperti Tuban, Lasem, Pekalongan, Cirebon sampai Pulau Madura. Tidak heran apabila kita berkunjung ke daerah tersebut, kita masih bisa menemukan batik sebagai salah satu warisan budaya yang khas.


Pada masa itu, warna yang digunakan untuk membuat corak pada kain batik adalah warna alami dari tumbuhan dan kebanyakan berwarna coklat dan biru. warna Coklat atau soga diperoleh dari tanaman tingi (Ceriops tagal) sedangkan biru berasal dari tanaman tarum atau nila (Indigofera tinctoria).

Saat ini, pewarna yang ditemui dan digunakan di sekitar kita, baik untuk industri berskala kecil sampai berskala besar, kebanyakan bukan lagi berasal dari alam melainkan pewarna sintetis yang berasal dari bahan kimia. Padahal, dibalik penggunaannya terdapat bahaya bagi lingkungan dan kesehatan. Pewarna sintetis, terutama pewarna tekstil, memiliki kandungan kimia yang limbahnya dapat menjadi racun dan mencemari air. Bukan hanya menyebabkan bau, berubahnya warna dan menimbun zat karsinogenik pada air, zat pewarna sintetis juga dapat merusak ekosistem.

Salah satu alasan mengapa orang lebih untuk menggunakan pewarna sintetis adalah karena pewarna ini lebih mudah ditemui dipasaran. Padahal, jika mau menilik ke alam, sumber daya alam Indonesia sangat kaya dengan sumber dan aneka pigmen warna yang unik. Terdapat lebih dari 100 jenis tanaman penghasil warna alami yang bisa digunakan untuk mewarnai kain. Bagian-bagian tanaman mulai dari bunga, batang, daun, bahkan akar dapat menjadi pewarna yang cantik. Tak hanya dari tumbuhan, warna alami juga bisa didapatkan dari biota laut dan tahan serta bebatuan.


Kekayaan warna yang luar biasa ini banyak menginspirasi Cestra Natural Dyes untuk mengenalkan dan melestarikan pigmen warna-warna alami melalui produk-produk Cestra. Mbak Indira Cestra Soerojo selaku founder adalah seorang wanita yang cinta dengan seni olah kain. Beliau aktif dan berkontribusi dalam banyak kegiatan, diantaranya pernah bekerjasama dan membantu banyak pengrajin melalui graphic design house miliknya, dipercaya oleh Swisscontact Indonesia/Sahabat Cipta dalam rangkaian kegiatan pendampingan pengrajin berbasis kain/pembatik di tahun 2013, serta membentuk komunitas seni olah kain bernama Kreativita Bina Hasta (KBH) di Jakarta tahun 2014 dan berhasil memperoleh beberapa penghargaan.

Kecintaan dan pengalaman mbak Indira juga tercermin dari banyak busana dan kain cantik yang beliau buat dan kreasikan dengan teknik surface design dengan menggunakan bahan pewarna dari alam. Beberapa karya beliau sudah menembus pasar global dan dapat kita pesan di NOVICA situs penjualan online/marketplace yang merupakan bagian dari perusahaan National Geographic yang berpusat di Amerika.


Warna-warna ini bukan dari pewarna sintetis tetapi dari pigmen tanah dan bebatuan. Menarik, ya?

Pewarna alami memang memiliki banyak keunggulan serta manfaat, diantaranya aman, tidak menghasilkan limbah yang mencemari lingkungan, biodegradable, serta didapat dari sumber yang dapat diperbarui. Kabar baiknya, kita bukan hanya dapat menikmati karya seni dari pewarna alami ini, tapi kita juga bisa ikut belajar bersama mbak Indira melalui workshop atau berkolaborasi dengan Cestra Natural Dyes.


Menggunakan pewarna dari alam, artinya kita turut berkontribusi melestarikan warisan leluhur Nusantara sekaligus menjaga lingkungan dari bahaya pencemaran pewarna sintetis.

Dukung dan ikuti perjalanan Mbak Indira di instagram @indiracestra dan mari belajar lebih banyak tentang Natural Dyes melalui workshop di @colours_of_indonesia_


Contact

Lokasi : Yogyakarta

Founder : Indira Cestra


Sumber :

280 tampilan0 komentar

ความคิดเห็น


bottom of page