• Nurpita Sinurat

5 Cerita Meraih Cuan Dengan Hidup Lestari


Hidup dengan memperhatikan kondisi lingkungan tidak serta-merta hanya untuk kebaikan lingkungan, loh. Sebenarnya, kehidupan kita pribadi maupun kelompok juga terpengaruh karena kita hidup berdampingan dengan lingkungan. Selain itu, ternyata hidup dengan memperhatikan lingkungan atau hidup lestari juga bisa memberikan cuan loh, penasaran kan? Yuk, simak ceritanya.


1. Zero-Waste Chef


Nah, Zero-Waste Chef merupakan salah satu cerita yang mana seseorang hidup lestari dan memperoleh cuan. Pada website Zero-Waste Chef tersebut memberikan informasi mengenai cara hidup tanpa sampah untuk menghemat ribuan dolar. Wah, ribuan dolar, banyak sekali yah haha.


Pada blog tersebut, beliau mengatakan bahwa biaya hidup tanpa limbah merupakan suatu kesepakatan paket, beliau menghabiskan uang lebih sedikit ketika sudah menerapkan gaya hidup tanpa limbah. Beliau menyadari betul bahwa hal-hal kecil seperti membuang makanan adalah membuang uang, sebab itu beliau berusaha untuk tidak membuang makanan sedikit pun. Kemudian, beliau lebih memilih mengonsumsi buncis organik untuk mendapatkan protein daripada mengonsumsi daging sapi. Menurut informasi yang terdapat pada blog tersebut, satu pon daging sapi organik yang diberi makan rumput menghabiskan biaya sekitar $9,99 atau sekitar Rp. 140.000.


Selain itu, hal-hal yang dilakukan beliau untuk menerapkan gaya hidup tanpa limbah adalah menanam tanaman untuk konsumsi sehari-hari seperti lemon, blackberry, sayur. Serta memilih mengolah makanan sendiri untuk dikonsumsi daripada membelinya dari toko makanan seperti membuat kimchi sendiri, kombucha, sandwich, dan lainnya. Hal-hal sederhana yang mungkin tidak lepas dari kehidupan kita sehari-hari namun berdampak buruk bagi lingkungan seperti tisu, penghapus riasan, bantalan menstruasi, serbet kertas, dan produk sekali pakai lainnya, tidak digunakan oleh dia, beliau lebih memilih membuatnya dari kain agar dapat digunakan dalam waktu panjang.


Berdasarkan kesepakatan paket yang dilakukannya, beliau berhasil menghemat ribuan dolar. Sederhananya, kita menggunakan 1 box tisu/hari dengan biaya kisaran Rp. 5.000 dan menggunakannya selama sebulan, kira-kira kita akan memerlukan biaya sekitar Rp. 150.000, akan tetapi dengan menggunakan kain yang dapat digunakan berkali-kali, kita dapat berimajinasi sebanyak apa uang yang dapat kita simpan.


2. Cerita Kathryn Kellog Menghemat $18.000 Dengan Menerapkan Gaya Hidup Tanpa Sampah

Pada website Money, Kellog mengatakan bahwa beralih ke gaya hidup berkelanjutan telah menyelamatkan nyawanya. Bagaimana bisa? Jadi, pada awalnya Kellog memulai hidup berkelanjutan bukanlah untuk menyimpan uang, namun untuk kesehatnnya. Sekitar tahun 2010, dia mengidap sakit kronis dan mengalami ketakutan akan kanker payudara dan membuat dirinya untuk berpikir kembali mengenai barang yang diletakkan pada tubuhnya.


Kellog mencoba menghilangkan semua pengganggu endokrin yang dapat mengganggu hormon dalam tubuh. Salah satu contohnya, BPA yang banyak ditemukan pada plastik seperti botol air. Oleh karena itu, dia mulai berhenti menggunakan plastik dan menghilangkan hampir semua produk limbah mulai dari kertas, plastik sekali pakai, hingga pakaian baru, hingga memiliki gaya hidup tanpa limbah. Berawal dari sakit kronis yang kemudian mengubah gaya hidupnya menjadi gaya hidup yang berkelanjutan telah menyelamatkan nyawanya dan juga uangnya.


Beberapa tips Kellog dalam menerapkan gaya hidup tanpa limbah:

  • Berinvestasi dalam barang yang dapat digunakan kembali. Kellog beralih dari penggunaan tisu, kertas, handuk kerts, spons piring menjadi lap piring, kain, dan barang yang dapat digunakan dalam jangka waktu panjang.

  • Buang makanan berkemasan. Kellog berhenti membeli camilan tidak sehat seperti oreo, pop-tart dan makanan cepat saji lainnya, yang menurutnya lebih mahal daripada makanan yang tidak dikemas. Juga, dia lebih memilih makanan asli yang utuh daripada sayuran cincang atau salad yang sudah jadi.

  • Membuat produk sendiri. Bagi Kellog, membuat produk sendiri akan menghemat biaya dan juga limbah yang dihasilkan.


3. Menabung di Bank Sampah Wijaya Kusuma Bisa dapat Emas

Menabung sampah bisa dapat emas? Wah keren sekali ya. Tapi kok bisa?


Bank Sampah Wijaya Kusuma yang berlokasi di wilayah Kelurahan Kelapa Gading Timur, Kelapa Gading Jakarta Timur yang didirikan oleh Budi Winarko menggandeng PT Pegadaian Persero, nah dengan menggandeng perusahaan tersebut, Bank Sampah Wijaya Kusuma menggelar program tabungan emas dengan cara menabung sampah. Jadi, sampah yang ditabung oleh warga di Bank Sampah Wijaya Kusuma akan dikonversi menjadi uang yang kemudian dimasukkan dalam program tabungan investasi emas di pegadaian.


Sampah yang dihasilkan oleh warga akan dijual ke Bank Sampah Suku Dinas Lingkungan Hidup dan beberapa jenis sampah akan diproduksi menjadi kompos cair dan kompos padat. Sebelum bekerja sama dengan PT Pegadaian Persero, tabungan sampah warga dikonversikan menjadi voucher listrik atau telepon seluler, rata-rata kalau dikonversi, nominal tabungan warga per bulannya sekitar Rp. 60.000. Selain bekerja sama terhadap pengkonversian sampah menjadi emas, PT Pegadaian Persero juga memberikan bantuan kepada warga yang memiliki usaha kecil menengah dan membutuhkan bantuan modal.


Wah, menarik ya! Yuk, bersama-sama mengurangi volume sampah, baik dengan mengurangi penggunaan barang sekali pakai, mendaur ulangnya, dan menabungnya di bank sampah!


4. Buku Hemat Sampah Pangkal Kaya Cleanomic


Kita mungkin sering mendengar himbauan atau informasi untuk hidup lebih peduli lingkungan karena dampak-dampak yang dihasilkan berbahaya bagi kehidupan makhluk hidup di bumi. Namun, tidak banyak orang yang melihat hidup peduli lingkungan dari sisi ekonominya, seperti yang terdapat pada buku Hemat Sampah Pangkal Kaya Cleanomic yang memuat informasi dan panduan untuk hidup peduli lingkungan sambil dapat cuan atau profit.


Buku Hemat Sampah Pangkal Kaya Cleanomic merupakan karya dua pendiri Cleanomic yaitu Denia Isetianti dan Aldy Mardikanto. Buku ini berisi tentang pengalaman mereka selama menjalani hidup peduli lingkungan dan tips-tips untuk para pembaca yang ingin memulai hidup peduli lingkungan. Selain memberi dampak baik bagi lingkungan, juga memberi dampak baik bagi kantong kita loh haha.


Beberapa tips memulai gaya hidup hemat sampah yang dirangkum dari buku Hemat (Sampah) Pangkal Kaya karya Cleanomic adalah seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membeli sesuatu karena butuh bukan karena ingin, mengikuti tantangan zero waste di media sosial, menabung dari hasil hemat sampah, dan lainnya.


Memulai hidup tanpa sampah dengan tips-tips di atas akan berdampak besar bagi lingkungan dan juga keuangan kita hingga puluhan juta jika kita menerapkannya secara berkelanjutan dan konsisten. Manfaat finansial dari menerapkan gaya hidup peduli lingkungan sudah dirasakan oleh penulis buku tersebut. Nah, jika kamu memiliki keinginan untuk peduli lingkungan dan menyelamatkan kantong kamu, gaya hidup peduli lingkungan adalah salah satu caranya, yuk sama-sama menerapkannya.


5. Gaya Hidup Minimalis oleh Sophie

Menurut Sophie, ide hidup minimalis terdengar sangat atraktif dan membantunya untuk menjadi lebih intensional dalam semua aspek kehidupannya, termasuk aspek keuangannya. Baginya, hidup minimalis tidaklah hanya sekedar menghabiskan sedikit uang, namun lebih ke menghargai hidup dengan menggunakan uang hasil jerih payahnya ke hal-hal yang lebih berguna. Dia menyadari perubahan besar di hidupnya setelah mengimplementasikan gaya hidup minimalis.


Gaya hidup minimalis versi Sophie dapat kita lakukan dalam 8 hal seperti menentukan apa yang kita butuhkan, menjual sesuatu atau apapun yang tidak kita butuhkan lagi, membuat rencana konsumsi atau makanan, menikmati gaya hidup minimalis, melakukan research, membeli barang dari tangan ke dua (thrift), menghilangkan godaan. Memang terkadang kita hidup di era yang berlebihan, dan bahkan tidak sedikit dari kita yang bahkan membeli sesuatu tanpa tau untuk apa dan tidak pernah menggunakannya. Oleh karena itu, dengan adanya rencana dan kesadaran akan hal berlebihan tidaklah baik, maka kita dapat berkontribusi untuk kebaikan lingkungan dan juga kebaikan finansial kita.


Referensi:


[1] https://zerowastechef.com/2019/09/09/49-zero-waste-steps-save-money/

[2] https://money.com/savings-eliminating-plastic-money-tips/

[3] https://m.beritajakarta.id/read/67748/asyik-menabung-di-bank-sampah-wijaya-kusuma-bisa-dapat-emas

[4] Buku Hemat Sampah Pangkal Kaya Cleanomic

[5] https://youtu.be/uziJltmdPx8

15 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua