top of page

Donasi Barang: Layanan Solutif Hindari Kesia-siaan

Diperbarui: 7 Des 2023



Kalau lagi mode beres-beres rumah biasanya apa saja sih yang kamu lakukan? Nyapu, ngepel, dan ngelap perabot itu sudah pasti. Lipat baju, rapihin rak buku, dan mainan anak juga gak ketinggalan. Nah, kalau ada barang yang sekiranya gak dipakai lagi endingnya kamu akan taruh di mana? Di gudang atau ditumpuk saja dalam kardus? Sampai-sampai gudang dan sudut-sudut rumah jadi penuh dengan kardus barang. Ya gimana lagi yah, mau dibuang sayang, mau dikasih ke orang, masa kita kasih barang bekas? Kan gak enak. Mungkin banyak dari kita yang berpikir begitu. Tapi, pikiran itu gak sepenuhnya benar lho. Karena barang bekas justru berharga sekali untuk tim Donasi Barang!

Donasi Barang adalah layanan bagi siapa saja yang ingin mendonasikan barang yang masih memiliki nilai manfaat serta nilai jual, yang nantinya barang tersebut akan dikelola dan disalurkan untuk pemberdayaan di bidang sosial, pendidikan, lingkungan, dan kesehatan.


Founder Donasi Barang, Ade Rahmat, menceritakan bahwa ide Donasi Barang bermula dari gejolak perasaan "sayang" yang ia rasakan saat mengunjungi rumah seseorang dan melihat banyaknya buku dan barang yang tidak terpakai. Sedikit demi sedikit ide untuk mendirikan layanan pendonasian barang pun direalisasikan. Sempat mengalami perubahan nama dari Brangkas Akhirat dan Sebar Manfaat, nama Donasi Barang resmi dikukuhkan di awal tahun 2018.


Cleanomic sendiri sudah pernah beberapa kali mendonasikan barang lewat mereka. Selalu senang karena tim Donasi Barang selalu siap sedia membantu untuk menyalurkan barang-barang hasil declutter agar tetap bermanfaat. Nah, kalau kamu punya banyak barang yang sudah tak terpakai lagi, daripada menumpuk di rumah, mending salurkan saja melalui Donasi Barang.


Adapun barang-barang yang bisa didonasikan kepada Donasi Barang yakni: pakaian layak pakai untuk semua jenis dan umur, semua jenis mainan dan boneka, perlengkapan bayi dan aksesoris, semua jenis buku bacaan, barang elektronik baik yang rusak maupun masih berfungsi, buku pelajaran bekas, kertas dan kardus, perabotan rumah tangga dan dapur, furniture layak pakai, spare part kendaraan, ban bekas, bahan bangunan, hingga minyak goreng bekas atau jelantah. Sementara itu, Donasi Barang tidak dapat menerima donasi dalam bentuk pakaian yang telah sobek atau pun luntur, kasur berbahan kapuk, sofa dan spring bed yang telah sobek, serta lemari bahan Olympic.

Sehari-harinya, Donasi Barang melakukan penjemputan barang ke rumah-rumah para donatur. Bagi warga Jabodetabek, Purwakarta, dan sekitarnya yang mau mendonasikan barang tapi terlalu repot untuk keluar rumah, tenang saja, armada-armada donasi barang siap untuk menjemput. Nah, untuk layanan jemput barang ini gratis dengan ketentuan minimal pick up sebanyak lima dus. Sementara bagi yang tinggal di luar daerah Jabodetabek dan Purwakarta, dapat mengirimkan barang donasinya ke drop point terdekat dari tempat tinggal. Saat ini, Donasi Barang memiliki 6 titik drop point yang berada di daerah Bogor, Depok, Bekasi, dan Karawang.


Donasi Barang juga menyediakan akses donasi melalui drop box yang merupakan hasil kerja sama dengan entitas lainnya. Drop box ini belum banyak, namun beberapa sudah tersedia di perusahaan, sekolah, dan stasiun untuk memudahkan masyarakat yang ingin berdonasi.


Nah, barang-barang yang diterima dari donatur akan disortir ke dalam tiga kategori: layak pakai, layak jual, dan sampah. Baju-baju layak pakai misalnya, akan langsung disalurkan ke masyarakat terdekat, sementara barang-barang lain seperti alat elektronik, biasanya akan dijual. Dari aktivitas penjualan dan aktivitas operasional lainnya, Donasi Barang setiap bulannya bisa memperoleh keuntungan 30-40 juta rupiah. Tentunya keuntungan ini bukan dalam rangka bisnis tapi akan dikembalikan lagi untuk pemberdayaan lewat program-program yang dicanangkan.

Barang-barang donasi akan disalurkan langsung maupun lewat program di antaranya:

1. Digunakan Yayasan CAGAR dan 7 cabang Rumah Autis

Donasi Barang bernaung di bawah Yayasan CAGAR. Ini adalah organisasi filantropi khusus Insan Berkemampuan Khusus (IBK) yang menghimpun dana sosial masyarakat secara profesional dan akuntabel lewat tiga lembaga, salah satunya Rumah Autis. Barang donasi yang masih layak nantinya akan dijual kembali dan hasil penjualan tersebut digunakan untuk pendidikan bagi anak-anak autis.


2. Program Touring Sedekah

Touring Sedekah adalah program penyaluran yang dilakukan tiga bulan sekali kepada masyarakat di pelosok negeri. Barang donasi dari masyarakat yang berupa pakaian layak pakai, tas, peralatan sekolah akan dibagikan melalui program ini. Disertai pembagian sembako juga. Banyak daerah telah disantuni oleh Donasi Barang, di antaranya Tasik, Bandung Barat, Garut, Subang, Cianjur, Sukabumi, Banten, Indramayu, Banjarnegara, Wonosobo, Tegal, Cilacap, hingga Lampung.



3. Program SiBara

SiBara adalah program Aksi Cepat Tanggap Bencana Alam, Kesehatan dan Pendidikan dari Donasi Barang yang bekerja sama dengan berbagai instansi, baik pemerintah maupun organisasi dan komunitas.

Jenis barang yang banyak didonasikan masyarakat ke Donasi Barang adalah buku dan pakaian. Seringkali, banyak pakaian yang sudah tidak layak ikut didonasikan juga. Tapi tenang, pakaian yang masuk kategori tidak layak ini nantinya tetap bisa dimanfaatkan kok. Anak-anak IBK dari program Rumah Autis akan mendaur ulang pakaian tidak layak pakai tersebut dan mengubahnya menjadi keset rajut dan goodie bag yang cantik.



Tahun 2019, industri tekstil di Indonesia telah menghasilkan limbah sebanyak 2,3 juta ton dan hanya sekitar 1% yang berhasil didaur ulang. Bahkan, pesentase limbah ini diperkirakan meningkat 68 persen menjadi 3,5 juta ton pada tahun 2030. Hal ini jadi concern besar bagi Donasi Barang. Kang Ade menuturkan, pengelolaan dan penyaluran pakaian ini penting sekali, bukan hanya untuk pemberdayaan masyarakat, tapi juga terkait lingkungan. Karena dengan mudahnya akses untuk belanja pakaian sekarang ini dan trend fesyen yang terus muncul akhirnya membuat kita mungkin secara gak sadar menjadi impulsif, yang berdampak ke peningkatan limbah pakaian.


Donasi Barang gak hanya jadi solusi buat masalah barang gak terpakaimu, tapi sekaligus jadi bentuk dukungan serta kepedulianmu untuk masyarakat yang berdaya dan pengurangan limbah di lingkungan. Yuk, salurkan donasimu ke Donasi Barang. Pengajuan donasi cepat bisa melalui Instagram, serta WhatsApp yah!


Contact Donasi Barang

Lokasi : Bekasi

Founder : Kang Ade


Sumber:


Rumah Autis. "Program". http://rumahautis.org/v2/program/

Kompas. ”Slow Fashion” Dapat Kurangi Limbah Industri Tekstil. kompas.id. https://www.kompas.id/baca/humaniora/2023/04/16/gaya-hidup-alternatif-dapat-mengurangi-dampak-lingkungan


122 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments


bottom of page