• dekarunism

Inovasi Laptop Ramah Lingkungan dari Acer

Diperbarui: 8 Feb


Saat ini, perangkat elektronik jadi salah satu bagian terpenting di hidup kita. Anak-anak sampai lansia sudah sangat akrab dengan gadget. Pernah gak sih kalian kepikiran soal dampak lingkungan dari perangkat elektronik yang sehari-hari digunakan? Yuk, kita bahas satu-satu mulai dari produksi sampai perangkat tersebut siap digunakan.


Sebelum sampai di tangan pengguna, laptop dan berbagai jenis perangkat elektronik lain harus melewati banyak tahap. Untuk menghasilkan satu gadget, misalnya laptop atau smartphone, dibutuhkan proses penambangan logam-logam penyusunnya, seperti emas, perak, tembaga, platina, nikel, dan lain-lain. Belum lagi jika kita berbicara tentang proses produksi, transportasi untuk perakitan, perakitan, hingga pengemasan secara keseluruhan yang semuanya menggunakan listrik, air, dan bahan-bahan kimia, serta menghasilkan emisi karbon. Dari proses produksi ini, Avfall Sverige, sebuah asosiasi pengelolaan sampah di Swedia memperkirakan bahwa setiap memproduksi 3 kg laptop, jejak limbah yang dihasilkan dapat mencapai 1.200 kg!


Masa pakai laptop dan smartphone yang tergolong singkat turut berkontribusi terhadap penumpukan sampah elektronik. Dilansir dari Katadata (2021), data KLHK menunjukkan bahwa Indonesia menyumbang dua juta ton sampah elektronik sepanjang tahun. Laporan Global e-Waste Monitor (2020) juga menginformasikan, dari total 53,6 juta metrik ton sampah elektronik di seluruh dunia, Indonesia berada di peringkat ke-7 penyumbang sampah elektronik terbesar di dunia pada tahun 2019. Sayangnya, hanya 17,4% dari keseluruhan sampah elektronik tersebut yang terdaur ulang.


Mahal juga dampak lingkungan dibayar dari produksi perangkat elektronik. Namun, sangat sulit untuk menghindari penggunaan perangkat elektronik. Hal yang dapat kita lakukan adalah dengan bergaya hidup berkelanjutan saat menggunakan perangkat elektronik, misalnya merawat dengan baik sehingga umur pakainya bisa maksimal, mematikan perangkat elektronik saat sudah tidak digunakan, serta melakukan hal yang tepat saat perangkat elektronik itu sudah tidak dipakai, yaitu dengan tidak membuang perangkat rusak ke pembuangan, tetapi menyetorkannya ke pusat daur ulang sampah elektronik yang sudah banyak tersebar, terutama di kota-kota besar (btw, bisa cek di IG highlights-nya @Cleanomic ya untuk cari dropbox ini!).


Di pusat daur ulang, nanti sampah elektronik akan dipilah lagi sesuai jenisnya, lalu dibongkar dan dipisahkan lagi sesuai komponennya. Nah, setelah itu, mulai deh diolah secara terpisah, ada yang didaur ulang agar bisa digunakan kembali, ada juga yang tidak bisa digunakan kembali sehingga harus diproses melalui stabilisasi dan enkapsulasi agar aman sebelum dibuang ke pembuangan. Kalian bisa cek video dokumentasi Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta ini untuk mengetahui lebih lanjutnya, ya:


Hal yang tidak kalah penting adalah membiasakan diri untuk bijak dalam mengonsumsi dan merawat perangkat elektronik sehari-hari. Kita bisa memilih produk yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan dan mendukung pelaku usaha yang punya perhatian khusus terhadap isu lingkungan. Untuk produk elektronik, sebenarnya sekarang ini sudah ada pilihan-pilihan produk yang lebih “hijau”. Misalnya, lampu LED dan alat-alat elektronik yang sudah ada label green energy-nya atau bebas bahan-bahan berbahaya.


Hal-hal itulah yang perlu dilakukan oleh produsen dalam rangka tanggung jawabnya terhadap lingkungan. Untuk urusan laptop, #Minomic seneng banget nih sekarang kita sudah punya opsi laptop yang lebih ramah lingkungan. Acer sudah me-launching produk terbarunya, laptop Acer Aspire Vero (AV15-51), the Green PC, lho! Ini sejalan dengan komitmen Acer untuk menggunakan energi terbarukan hingga 100% di tahun 2035. Two thumbs up banget yah! Plus juga, saat ini Acer sudah menerapkan penggunaan energi terbarukan sebesar 44%!

Laptop Acer Aspire Vero memiliki teknologi unik VeroSense™ Technology, yang terdiri atas 4 mode, yaitu mode Performance, Balanced, Eco, dan Eco+, yang bisa diatur untuk menghemat pemakaian baterai kalian. Nah, kalau kalian setel ke mode Eco+, fungsi-fungsi penting yang sudah tidak digunakan lagi bisa nonaktif dengan sendirinya, jadi lebih hemat energi, kan. Cocok banget untuk yang punya aktivitas dan bergantung sama laptop seharian, nih.

Selain itu, Acer Aspire Vero juga punya beberapa keunggulan lain, yaitu:

  1. Upgradeable storage, karena menggunakan sekrup standar sehingga laptop lebih mudah dibongkar dan di-upgrade. Awet digunakan bertahun-tahun lamanya dan spesifikasi tetap up-to-date, RAM dapat kamu upgrade hingga 24 GB.

  2. Menggunakan plastik hasil post-consumer recycled sebesar 30% untuk rangka laptop (meliputi operating surface, screen bezel, serta top and bottom cover) dan 50% untuk tombol keyboard-nya. Strukturnya berbentuk honeycomb dan warnanya juga lucu nih, ada bintik-bintik kuningnya. Setiap laptop memiliki corak bintik-bintik unik yang berbeda dengan laptop lainnya. Jadi terasa personalized! Laptop ini juga sengaja nggak dicat untuk mengurangi dampak senyawa organik volatil yang terkandung dalam cat. Oh iya, penggunaan bahan ini bisa menghemat 21% emisi karbon dioksida dibandingkan laptop lain dengan ukuran yang serupa.

  3. Menggunakan box packaging berupa kertas hasil daur ulang dan dapat didaur ulang lagi (recyclable).

  4. Less plastic waste, menggunakan kertas untuk pelindung adaptornya.

  5. Menggunakan 100% plastik daur ulang pada lembaran antara keyboard dan layarnya.

  6. Performanya oke dan dapat diandalkan berkat adanya prosesor Intel Core generasi ke-11 dan grafis Intel Iris Xe. Lengkap dengan Windows 11 Home dan Microsoft Office Home & Student 2021.

  7. Eco-friendly awareness reminder, tombol R dan E diposisikan terbalik supaya kita selalu ingat Reduce, Reuse, dan Recycle.


Asik banget ya inovasinya Acer, bisa jadi contoh perusahaan yang mendukung #CuanLestari. Asik juga untuk kita yang lagi butuh laptop, jadi ada opsi yang lebih hijau. Yuk deh, mulai kepoin acerid.com/vero untuk lebih tahu mengenai Acer Aspire Vero dan cara memenangkan laptopnya lewat Green Deeds Challenge! Bersama Acer, kita dukung usaha #CuanLestari bareng-bareng and it’s time to make your Green Mark.


Referensi:

703 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua