top of page

4 Startup yang Memanfaatkan Potensi Cuan Lestari dari Jamur

Diperbarui: 12 Des 2023



Sepertinya masih banyak orang yang menganggap jamur sebelah mata. Padahal, makhluk hidup tersebut memegang peranan krusial dalam keberlangsungan hidup bumi yang kita tempati lho. Kalau kamu ingin tahu betapa menakjubkannya jamur, baca artikel ini hingga tuntas ya.


Weekend ini, coba deh kamu nonton film "Fantastic Fungi" yang ada di Nextflix, keren bangeet! Isinya menceritakan sebuah tim peneliti yang menguak misteri miselium atau bagian penyerap makanan pada jamur. Kelompok tersebut juga mengklaim bahwa jamur dapat menyelamatkan umat manusia.



Menurut Paul Stamets dan timnya, jamur bisa menahan nutrisi dan air tanah sampai 30.000 kali dari massa tubuhnya. Miselium memiliki kemampuan untuk tumbuh pesat hingga menutupi wilayah seluas jutaan meter persegi. Jaringan bawah tanah yang dibentuk jamur sendiri membantu pohon-pohon untuk berkomunikasi. Selain itu, jamur juga ambil peran membantu membersihkan tumpahan minyak di laut.


Apakah cuma itu aja peran jamur? Enggak dong. Tim Fantastic Fungi pun mengatakan jika jamur bisa mencegah kerusakan bumi dengan menyerap karbondioksida secara masif. Manusia juga dapat memanfaatkan jamur sebagai obat, contohnya jamur Penicillium. Ohya, TMI aja nih buat yang belum tau, jamur Penicillium atau Penicillin ini adalah penemuan yang "gak sengaja", gara-gara Pak Alexander Fleming lupa bersihin cawan petrinya, mendorong pertumbuhan jamur Penicillium, yang sekarang jadi obat antibiotik kita.

Nah, lanjut lagi, dari penelitian tim Fantastic Fungi, ragam jamur lain, yaitu jamur agarikon (Laricifomes officinalis) ternyata aktif melawan infeksi virus pox yakni virus penyebab cacar.


Paul menyebut bahwa miselium merupakan "internet"-nya dunia tumbuhan. Jika suatu bagian rusak, akan ada bagian-bagian lain yang memperbaikinya. Dapat dibilang miselium jamur adalah kunci bagi regenerasi planet bumi dan membantu menjaga kelangsungan hidup manusia.


Meraup Cuan Lestari dari Jamur


Selain menjaga keberlangsungan bumi dan manusia, ternyata jamur juga mempunyai potensi bisnis yang menguntungkan sekaligus berkelanjutan. Berikut adalah beberapa contoh startup di bidang perjamuran, yang diantaranya merupakan startup lokal lho!



Brodo adalah startup produk kulit vegan yang berasal dari Indonesia. Berbeda dengan kebanyakan perusahaan, Brodo justru memanfaatkan miselium sebagai bahan pengganti kulit konvensional dalam industri fesyen.


Kini Brodo sudah merilis beberapa produk berbasis miselium bernama Mylea diantaranya yaitu dompet, sandal, gelang jam tangan, kap lampu, wadah kartu nama, dan sneaker. Produk-produk tersebut merupakan hasil kerjasama antara Brodo dan Mycotech Lab.


Mylea sendiri merupakan material yang kuat dan ramah lingkungan dari jaringan miselium hasil buatan Mycotech Lab. Pada laman resminya, Mycotech menyatakan bahwa Mylea terinspirasi oleh tempe. Perusahaan tersebut memanfaatkan limbah pertanian untuk media miselium.


Tak seperti kulit konvensional, kulit berbahan miselium jamur tidak memerlukan zat kimia kromium 3. Selain itu, bahan ini membutuhkan sedikit air. Miselium pun siap dipanen setelah 3-4 tahun setelah penanaman.


Mycotech Lab (MYCL) merupakan wirausaha sosial Indonesia yang berdiri di tahun 2015. MYCL berfokus memberikan dampak sosial positif di masyarakat.


Kulit vegan buatan MYCL teruji fleksibel, tahan air, dan tahan api. Di samping itu, material tersebut bisa diubah menjadi beragam produk rumah tangga maupun fesyen. Kerennya, busana berbahan miselium buatan Mycotech Lab telah dikenakan model di Paris Fashion Week.


Baru pada bulan Juli 2023 lalu, MYCL menerima penghargaan dari Impact Investment Sector sebagai salah satu perusahaan Impact Entrepreneur.



Perusahaan rintisan atau startup ini berfokus memproduksi aneka makanan berbasis nabati dan produk olahan jamur sejak 2016. Kini, PT. Yasa Jamur Sriwijaya sudah mempunyai 2 merek utama, yakni Meatless Kingdom dan Mushome. Beberapa produknya yang laris adalah mushroom chips, dendeng jamur, mushroom nugget, dan mushome box besar.


Kini, PT Yasa Jamur Sriwijaya telah mempunyai dua merek utama, yakni Meatless Kingdom dan Mushome. Beberapa produknya yang laris adalah mushroom chips, dendeng jamur, mushroom nugget, dan mushome box besar.




Jika ketiga startup sebelumnya berasal dari Indonesia, sekarang kita berbicara mengenai perusahaan di luar negeri. Magical Mushroom Company menciptakan kemasan pelindung berbahan miselium sebagai pengganti polystyrene demi menjaga keberlangsungan bumi.


Sama seperti Mycotech Lab, Magical Mushroom Company juga menggunakan limbah pertanian. Perusahaan ini menawarkan alternatif plastik yang aman dan berkelanjutan. Kemasan jamur ini akan terurai setidaknya dalam waktu 45 hari. Kita dapat menghancurkan kemasan, mencampurnya dengan sisa makanan, ataupun menjadikannya sebagai media tanam.


Ketika disimpan dalam kondisi kering, kemasan jamur ini memiliki umur simpan hingga 30 tahun. Selain fungsi utamanya sebagai kemasan pelindung, desain produk-produk Magical Mushroom yang cantik bisa juga buat dipakai insulasi, dan komponen desain interior.

Nah, itulah sederetan cara jamur menyelamatkan bumi dan beberapa perusahaan yang bergerak dalam perjamuran. Jamur memang makhluk hidup ajaib, ya. Yuk jangan ketinggalan, sudah saatnya beralih memakai produk-produk berbahan jamur yang ramah lingkungan.


Referensi:



105 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments


bottom of page