top of page

Yayasan Rumah Energi: Pioneer Peralihan Menuju Energi Terbarukan

Diperbarui: 7 Des 2023


Energi merupakan hal esensial dalam kehidupan manusia. Untuk bisa bekerja, ada energi kimia dari makanan yang diolah tubuh kita sedemikian rupa hingga menjadi energi kinetik untuk bergerak. Energi panas matahari dan energi angin kita perlukan untuk mengeringkan jemuran baju kita. Lalu, ada juga energi yang sangat banyak manusia modern konsumsi yakni energi listrik yang digunakan untuk menyalakan lampu, AC, TV, mendinginkan kulkas, isi daya baterai laptop dan ponsel, menyalakan kompor, transportasi, dan lainnya. Kita sangat banyak bergantung pada energi listrik ini.

Banyaknya konsumsi listrik sebenarnya tidak menjadi masalah seandainya energi listrik kita bersumber dari material terbarukan seperti geothermal, tenaga surya, atau air seperti arus laut. Namun, yang terjadi adalah energi listrik Indonesia diperkirakan 60% disuplai oleh PLTU dengan material bersumber dari batu bara yang dalam proses untuk menghasilkan energi listrik dari tenaga uap ini menyebabkan polusi udara yang memiliki dampak mematikan untuk kesehatan manusia. Batu bara mengeluarkan partikel PM 2,5 yang mudah masuk ke tubuh manusia melalui udara yang dihirup dan dapat menyebabkan berbagai penyakit pernapasan seperti ISPA, kanker paru-paru, stroke, bahkan kematian. Laporan yang disusun Greenpeace memuat bahwa dampak polusi udara dari operasi PLTU Batubara menyebabkan kematian prematur sekitar 6.500 jiwa/ tahun di Indonesia. Dengan bahaya ini, sudah semestinya kita beralih kepada energi terbarukan yang tidak hanya aman bagi tubuh tetapi juga berdampak luas menurunkan kontribusi terhadap perubahan iklim.


Yayasan Rumah Energi (YRE) menjadi salah satu entitas yang responsif terhadap isu energi terbarukan ini. YRE merupakan organisasi non profit di Indonesia yang berfokus kepada energi terbarukan, agrikultur, dan waste management yang dibentuk untuk meneruskan program 'Indonesia Domestic Biogas Program' yang digagas oleh Hivos di tahun 2009. Pada tahun 2012, YRE resmi didirikan dan menjadi perwujudan dari inisiatif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan akses yang lebih baik terhadap energi bersih yang terjangkau, ketahanan pangan yang kuat bersumber dari alam, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ambisi utama YRE adalah menjadi aktor kunci dalam pengembangan sektor energi terbarukan di Indonesia dengan tujuan utama mengentaskan kemiskinan, meningkatkan perekonomian masyarakat, adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, dan pengurangan risiko bencana.



Salah satu program yang dijalankan YRE adalah Program Biogas Rumah (BIRU), dengan inisiator program adalah Hivos dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM). Program ini berfokus memberikan masyarakat Indonesia akses ke energi masak bersih, mengingat lebih dari 80% rumah tangga Indonesia menggunakan gas elpiji yang bukan energi terbarukan dan statusnya masih mengimpor dari luar, artinya ada beban yang harus ditanggung negara untuk menyediakannya ke masyarakat. Padahal, bukankah Indonesia kaya dengan sumber daya, yang seharusnya bisa kita manfaatkan untuk menopang berbagai aktivitas domestik sehari-hari.

Program BIRU ini memanfaatkan reaktor biogas sebagai sumber energi dan pemanfaatan Bio-Slurry (ampas biogas) sebagai pupuk alami. Sejak Mei 2009 hingga saat ini, YRE sudah membangun 26.439 reaktor biogas di 14 provinsi di Indonesia, yaitu Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (Sumba). Gambaran aktivitas dari Program BIRU yakni mengolah limbah organik dari kotoran ternak dan limbah dapur untuk menjadi energi sehingga dapat mencukupi kebutuhan bahan bakar untuk memasak setiap hari, sesuai dengan motto yang dicanangkan, "Olah Limbah Jadi Berkah".


Produk yang dihasilkan dari Program BIRU ini salah satunya adalah BIOMIRU, yakni perangkat pengolahan biogas sederhana untuk skala rumah tangga yang bisa dibangun di lahan sempit mulai dari luas 2 sampai 6 meter persegi saja. Adapun sumber biogasnya berasal dari limbah dapur organik, jadi bisa dikatakan kita memiliki pabrik gas sendiri di dapur kita. Selain BIOMIRU dan Bio-Slurry, ada juga Fixed-Dome, dan Smart Biogas. Fixed-Dome merupakan perangkat pengolahan biogas untuk skala besar dan Smart Biogas adalah sensor pengawas secara real-time terhadap instalasi biogas.


Terkait energi listrik, YRE memiliki Program TERANG untuk menstimulasi perbaikan mata pencaharian dan pengurangan emisi gas rumah kaca. Dari program ini telah terbangun 2.221 unit biogas rumah di 26 Kabupaten di Nusa Tenggara Barat (NTB), Sumba-Nusa Tengara Timur, dan Sulawesi Selatan. Di wilayah Sumba, YRE berperan dalam pemasangan 50 sistem tenaga surya di banyak lembaga pendidikan dan kios-kios masyarakat. Tersedia juga 50 sistem mesin pengolah hasil pertanian (pemipil jagung) dipasang di rumah petani yang menyediakan jasa pipil. Dari Program TERANG ini terbentuk pasar baru berbasis energi terbarukan yang sukses berkontribusi pada finansial masyarakat dengan capaian hingga 4,8 miliar.


Masih banyak program dari YRE yang menunjang geliat aktivitas masyarakat yang tentunya berbasis energi terbarukan. Seperti Program SCORE yang merupakan program pengembangan pasar pupuk organik bagi komunitas petani kakao, hingga program kolaboratif untuk melaksanakan konservasi air di Saluran Tarum Barat. YRE juga gencar beraksi dengan memberi pelatihan penggunaan instalasi Solar Photovoltaic (Solar PV) dan memfasilitasi pembangunan Solar Dryer Dome untuk para pelaku usaha yang kegiatan operasinya bergantung dengan kondisi cuaca, seperti usaha pengolahan biji kopi, sehingga lebih efisien dalam proses pengeringannya.


Kamu yang masih penasaran tentang renewable energy, bagaimana cara kerja YRE, dan status penerapan energi terbarukan di Indonesia, bisa simak obrolan Cleanomic bersama Rebekka Angelyn selaku Executive Director dari Yayasan Rumah Energi yah! Simak podcastnya di bawah ini yah!



Yayasan Rumah Energi perlu banyak dukungan agar bisa semakin kuat memberdayakan masyarakat kita terkait energi bersih. Yuk, kita dukung YRE melalui lewat pemberian donasi. Akses laman donasi di sini ya!

Contact Yayasan Rumah Energi

Lokasi : Jakarta



Sumber:

Sumba Iconic Island. "Infografis Proyek Terang". sumbaiconicisland.org. https://sumbaiconicisland.org/infografis-proyek-terang/


34 tampilan0 komentar

Comments


bottom of page