top of page

Zero Waste, Low Carbon, Low Impact – Mulai Dari mana?

Diperbarui: 12 Des 2023


Mudah-mudahan kalian sudah mulai familiar yah dengan jargon zero waste, low carbon, low impact, minimalist dan seterusnya. Jujur saja, Minomic juga dahulu gak kepikiran sama sekali dengan istilah ini dan dengan semakin banyaknya platform yang membahas tentang tema ini, terkadang pasti ada perasaan overwhelm, bingung mulai dari mana dan sedikit takut dihakimi oleh orang sekitar yang mungkin tidak nyaman dengan perubahan. Tapi, dengan krisis iklim yang ada di hadapan, kita jelas perlu melakukan perubahan, bukan?  Memulai kebiasaan baru untuk mengurangi sampah dan belajar tentang gaya hidup yang lebih minim karbon.


Nah, di artikel ini, Minomic mau sharing tips buat teman-teman yang mau memulai hidup (baru) yang berkepedulian lingkungan. Simak yah!


Don’t worry too much!


Santai saja guys, banyak cara yang tidak terlalu invasif dan intimidatif untuk memulai gaya hidup zero waste, low carbon, low impact, minimalist, green living, less waste, low waste, sustainable dan seterusnya. Kalian bisa kok membuat langkah pertama dengan scrolling hape kalian. Eh lho?


Iya, benar. Scrolling hape kalian untuk follow akun-akun yang menyajikan konten tentang lingkungan jadi kita memiliki informasi yang dibutuhkan untuk mengatasi isu lingkungan ini.  Bersyukur banget Minomic karena akun-akun yang concern terhadap lingkungan ini semakin banyak. Mudahnya bisa kalian lihat dari following-nya Cleanomic yah!


Don't get too focused on the jargon


Istilah boleh macam-macam, anggap saja itu teorinya, tapi yang lebih penting aksi nya kan?


Pada prinsipnya, gaya hidup zero waste dan circle-nya itu adalah gaya hidup yang mempromosikan kesadaran lebih terhadap apa yang terjadi pada lingkungan sekitar kita. Sering kan hidup kita itu terasa cepat banget dan lewat begitu saja. Bangun tidur, mandi, makan, ngantor, kerja, meeting, makan, ngopi, kerja lagi, jalan pulang ke rumah, scrolling sosmed, makan, nonton, mandi terus tidur, repeat, repeat, dan repeat.  Sampai akhirnya tahun terlewati dan kita gak memerhatikan dan memikirkan dampak dari hal yang kita konsumsi dan lakukan sehari-hari. Jadi, hal awal yang bisa kalian lakukan pertama-tama adalah mulai membangun kesadaran lebih. Caranya gimana? Dengan masuk ke website ini dan membaca artikel ini saja sudah langkah awal yang tepat lho!


Dari yang kecil, dari rumah sendiri



Untuk kalian yang baru mau mulai mengubah kebiasaan, gak perlu merasa terbebani dengan gambar-gambar dapur, lemari, tas yang rapi dan tertata ala sustainable influencer yang kalian lihat di instagram. Hal utama yang paling penting untuk dilakukan adalah (ingat, aksi adalah koentji) mulai aja dulu. Bisa mulai dengan pelan-pelan memerhatikan kebiasan  sehari-hari. Hidup, perilaku dan kebiasaan orang jelas berbeda-beda. Nah, jadi gak perlu selalu membandingkan dengan orang lain ya. Coba lihat kebiasaan kalian sehari-hari ngapain saja dan dari sana, periksa apa yang bisa kamu mulai ubah sedikit demi sedikit. Misalnya, kalau ke restoran suka beli minum pakai sedotan,  ini bisa kamu pikir ulang lagi, perlu banget gak sih pakai sedotan? Lalu, beli minuman kopi kekinian atau boba favorit, hitung berapa kali seminggu kalian mengonsumsinya, bisa dikurangin gak yah? Atau beli langsung dengan membawa tumbler sendiri. Atau, tiap belanja ke pasar atau belanja bulanan, ketimbang mengandalkan plastik yang bakal dikasih, coba yuk mulai bawa kantong belanja sendiri dari rumah.


Don't look back

Ketika sudah mulai meninggalkan kebiasaan lama yang kurang baik, maka sebisa mungkin jangan kembali lagi ke kebiasaan lama tersebut. Berusahalah untuk konsisten, karena selain aksi, konsistensi adalah koentji yang kedua. Mungkin khilaf sesekali gak apa, namanya juga manusia, tapi kalau khilaf harus cepat-cepat taubat kan? Secara sadar berusaha untuk tidak mengulanginya, kembali lagi ke prinsip lebih sadar.


This for me


Pahami kenapa ini penting. Dalam hidup harus punya tujuan dong? Bergaul karena ingin punya relationship, menabung karena ingin menikah atau jalan-jalan atau belajar untuk bisa lulus kuliah. Memang bisa saja kita memilih untuk let it flow, tapi sayang sekali kalau kita hidup tanpa punya goal yang ingin kita capai. Nah, ketika motivasi untuk ber-zero waste ria ini kurang, kita bisa mengingat-ingat kembali kenapa yang kita lakukan ini penting. Setiap orang punya dampak terhadap lingkungan, setiap orang sebenarnya punya jatah emisi karbon yang boleh dikeluarkan setiap tahun dan setiap orang bisa menghasilkan sampah hampir 300 kg per orang per tahun. Jadi usaha kecil untuk mengurangi sampah atau hidup minim karbon yang setiap orang lakukan, jika diakumulasi bisa berdampak besar lho! begitu pula sebaliknya. Dan hakikatnya, hidup zero waste ini sebenarnya untuk menjaga diri kita sendiri, keluarga dan anak-anak kita kelak dari ancaman kerusakan lingkungan yang membahayakan di masa depan.


Berkumpul dan usaha yang lebih besar


Berkumpulah dengan teman dan komunitas yang asyik dan sama-sama peduli dengan lingkungan. Kamu gak sendirian kok, we are here with you. Banyak teman-teman lain yang juga baru belajar untuk memulai hidup ramah lingkungan dan kita semua senang saling menyemangati satu sama lain. Memang ada sih, sebagian yang punya prinsip garis keras (like, I hate your straw, we don’t want to seat with you! Bye!), tapi banyak juga kok yang santai, no judging and understand semua orang punya phase-nya masing-masing tanpa memaksakan kehendaknya. So, spread the positivity and you’ll attract positivity!


Cobalah mencari komunitas relawan berkepedulian lingkungan dan ikut berkontribusi di sana, baik kontribusi tenaga atau materi. Bisa juga coba cek siapa tahu ada kesempatan bekerja atau magang yang menawarkan green job.  Dengan menjalin relasi bersama mereka yang telah banyak paham tentang isu lingkungan ini kita juga akan semakin banyak menerima input informasi. Minomic yakin sekali dengan semakin paham kita dengan kesadaran penuh justru akan tergerak dengan sendirinya untuk berusaha mengatasi permasalah lingkungan ini.


Okay, untuk permulaan 6 tips dari Minomic ini sepertinya cukup. Semoga tips-tips ini bisa membantu yah. Sooo, let's get started!


57 tampilan0 komentar
bottom of page