• Sekar Arum

5 Content Creator yang Bahas Foraging


Foraging secara bahasa adalah mencari sumber makanan yang ada di alam bebas. Istilah foraging ini awalnya berkaitan dengan ketangkasan hewan mencari makan di habitatnya. Foraging bukanlah kegiatan baru. Hal ini sudah dilakukan manusia sejak zaman mesolitikum. Foraging merupakan salah satu upaya yang bagus untuk mengenal alam secara lebih personal. Foraging itu semacam gabungan antara berkebun plus hiking di alam liar. Sehingga kita bisa jadi lebih sehat karena banyak bergerak dan beraktifitas lewat foraging ini. Di sisi lain, tumbuhan hasil foraging pastinya lebih sehat dan lebih segar daripada sayur atau buah yang kita temukan di pasar tradisional atau bahkan swalayan. Kami juga pernah bikin panduan lengkap untuk foraging di Indonesia lho, bisa baca cerita lengkapnya disini.


Balik lagi ke foraging ni sahabat, kenapa foraging bisa menjadi penting dan bermanfaat? Alasan lainnya adalah, foraging dapat mengurangi jejak karbon, sehingga lebih ramah lingkungan. kok bisa? Karena dengan foraging kita tidak perlu membeli sayuran yang diangkut dari pelosok desa ke pasar menggunakan transportasi yang menimbulkan polusi. Dengan foraging kita juga tidak menambah sampah plastik dari pembelian sayur tersebut. Tapi ditempatku ini jarang ada hutan, gimana dong cara foraging? Belum tau juga mekanisme foraging itu kaya gimana.


Nah untuk menjawab pertanyaan teman-teman terkait foraging, coba deh kepoin 5 content creator yang suka bahas foraging di bawah ini!


1.foragerchef

Alan adalah seorang koki dari Minnesota yang telah memasak sejak remaja. Alan menuturkan bahwa inspirasi nya membuat web ini dimuali karena ia suka berburu jamur liar. Titik fokus utama dari situs web ini awalnya adalah untuk membuat pembacanya dapat mengetahui perbedaan antara spesies jamur dengan mudah, bahkan tanpa harus mengetahui bahasa latinnya.

ekarang, Forager Chef mendapat jutaan pengunjung tiap tahun. Ketika ia memulai ia tidak menggunakan istilah foraging, ia hanya terinspirasi untuk memasak dengan bahan-bahan di sekitar dan memasukkannya ke dalam menu di dapur. Jadi katanya foraging bukan satu-satunya hal yang akan kita lihat di sini.


Di Foraging Chef kamu bisa menemukan jurnal kuliner seperti memasak menu vegetarian, hidangan restoran, makanan sederhana ala rumahan, profil kuliner dari bahan-bahan yang tidak jelas dan liar (foraging), sedikit petualangan, info tentang sayuran dan hal-hal untuk kebun, metode pengawetan dan fermentasi dan juga eksperimen kuliner. Seru banget ya isi kontennya! Saat ini Alan juga menulis buku berjudul "The Foreger Chef's Book of Flora" lho, yuk kepoin instagramnya atau klik link web nya ini https://linktr.ee/foragerchef/ !


2. foraged.by.fern


Menurut Fern Freud ketika kita belajar mencari makanan dan obat-obatan, itu membuka kita untuk belajar tentang berbagai macam topik menarik. Kita dapat menemukan sejarah tersembunyi di balik tumbuhan, mempelajari dari mana asalnya dan bagaimana mereka membantu membentuk kita sebagai sebuah peradaban, mengenal spesies hewan dan serangga lain yang bergantung pada tumbuhan liar yang bersangkutan, dan belajar untuk tahu bahwa tanggung jawab keberlanjutan berada di tangan kita.


Di dalam laman instagramnya, Fern rutin membagikan konten menarik seputar resep makanan dari tumbuhan liar dan tips foraging yang baik. Sudah pasti dalam melakukan foraging kita membutuhkan keterampilan untuk membedakan mana tumbuhan berbahaya dan aman dimakan, berhati-hati agar kegiatan kita tidak membahayakan dengan menginjak-injak bunga langka, memotong habitat yang luas dan memetik semua bagian reproduksi dari satu tanaman. Oleh karena ,itu Fern berinisiatif membuka kelas foraging bagi teman-teman yang berminat untuk belajar lebih jauh mengenai foraging yang baik, kelas ini terbagi menjadi spring foraging workshop dan 1:1 foraging sessions untuk melakukan kegiatan foraging bersama-sama. Seru ya!


3. mantasa.id

Hayu Dyah Patria adalah salah satu lokal creator yang suka membahas tentang foraging di Indonesia melalui platform mantasa.id. Beliau juga seringkali berbagi ilmu melalui platform @menimbailmu untuk membahas tanaman liar, kegiatan foraging, keanekaragaman pangan Indonesia dan topik lainnya yang tak kalah menarik. Bahkan, di tanggal 25 Juli mendatang ia akan membuka kelas online untuk menjelaskan mengenai sejarah foraging atau dalam bahasa indonesia dikenal dengan istilah meramban, mengenai mengapa kita harus mengonsumsi tumbuhan pangan liar, bagaimana cara merambannya, contoh-contoh tumbuhan liar yang bisa dimakan disekitar kita dan beberapa contoh masakan dari tumbuhan pangan liar. Yuk ikutan!


4. foragingandfeasting

Dibalik akun foraging and feasting ada nama seorang perempuan bernama Dina. Selain berbagi mengenai resep memasak bahan liar, ia juga berbagi pengetahuannya mengenai tanaman-tanaman liar yang ia jumpai dalam bentuk ilustrasi botanical. Dalam ilutrasi itu ia menyematkan banyak informasi dari mulai ciri-ciri tanaman tersebut, habitatnya, musim kapan ia tumbuh, bagaimana cara ia bereproduksi, ukurannya, manfaat dan kandungannya serta kegunaannya untuk melengkapi hidangan kuliner kita.


Selain dalam bentuk ilustrasi ia juga berbagi kegiatannya berforaging dalam bentuk igtv, seru sekali melihat nya berpetualang sembari belajar mengenai banyak tumbuhan liar yang jarang diketahui banyak orang. Dari semua kegiatan yang ia bagikan di halaman instagramnya itu, ia kerapkali mendapat komentar positif dari pengikutnya, karena telah begitu banyak menginspirasi dan menambah pengetahuannya. Ia juga telah menulis buku ebrjudul Wild Food Cook book dan mengadakan sebuah kursus yang bisa diiikuti olehmu. Penasaran kan keseruan nya?


5. blackforager

Sejak April tahun lalu, Alexis Nikole Nelson membuat sebuah akun tik tok untuk menunjukkan pengetahuannya tentang mencari makan dan memasak dengan tanaman liar atau dikenal dengan istilah foraging. Dengan berbagi tips mencari makan yang sangat baik yang dicampur dengan kelucuannya, Nikole bermaksud agar orang-orang dapat terinspirasi untuk memanfaatkan makanan yang gratis dan tersedia dialam, terutama setelah COVID-19 melanda. Menurutnya, mencari makan dialam bebas dapt menumbuhkan perasaan yang sangat bagus untuk mengusir depresi. Makanan terbaik yang pernah ia buat dengan menggunakan bahan pakan ternak adalah jamur ayam hutan (Laetiporus sulphureus), “kue kepiting” dan roket laut Amerika (Cakile edentula) dan salad kacang pantai kukus (Lathyrus japonicus).


Keingintahuannya mengenai alam bebas dipupuk sejak usia sangat muda oleh orang tua dan kakek neneknya. Katanya kita tidak harus menjadi pemburu penuh untuk mengurangi dampak lingkungan. Cukup merubah sedikit sistem pangan kita yang menghasilkan jejak karbon yang lebih tinggi karena mereka melakukan perjalanan ribuan mil untuk sampai ke piring kita, mennjadi lebih ramah dengan menyadari bahwa disekitar kita pun tumbuh beragam tanaman yang dapat dikonsumsi secara gratis.

7 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua