top of page

FORTASBI : Ajak Petani Kelapa Sawit Lebih Berkelanjutan

Diperbarui: 7 Des 2023


Tau ga sih kamu kalau Indonesia merupakan daerah penghasil minyak sawit terbesar di dunia?. Setiap tahunnya kurang lebih 45 ton sawit yang diproduksi. Namun pasti juga tidak asing lagi kalau sawit ini menuai pro-kontra, di antaranya adalah banyaknya alih guna lahan menjadi lahan sawit yang tidak dikelola secara prinsip-prinsip lingkungan. Tapi yang jadi pertanyaan besar, sebenernya bisa ga sih Indonesia punya praktek perkebunan sawit berkelanjutan?


FORTASBI (Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia) adalah sebuah organisasi berbasis masyarakat yang mewadahi para petani sawit yang berkomitmen untuk melaksanakan prinsip-prinsip sustainability di perkebunannya. FORTASBI mendampingi para petani kelapa sawit swadaya agar mereka dapat memperoleh sertifikasi sawit berkelanjutan seperti RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil, sertifikasi minyak sawit internasional), ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil, sertifikasi minyak sawit nasional) dan ISCC (International Sustainability and Carbon Certification, sertifikasi internasional biasanya untuk biofuel).


FORTASBI didirikan pada tahun 2014, diinisiasi oleh beberapa NGO seperti WWF, Yayasan Setara Jambi, SNV, I nobu, Sawit Watch dan SPKS. Berdirinya FORTASBI dilatarbelakangi oleh kegalauan dua organisasi bersertifikat RSPO yang kesulitan mempertahankan sertifikasinya karena beberapa tantangan yang dihadapi paska sertifikasi. Nah, tujuan utama FORTASBI adalah mendorong petani untuk mempromosikan sustainability melalui sertifikasi dan mempertahankan konsistensinya dengan ilmu yang dimiliki.


FORTASBI hanya merangkul petani swadaya, bukan perusahaan besar yang mencakup di antaranya Gapoktan, dan BUMDES. Saat ini sudah ada 45 anggota petani yang bergabung di mana 90%nya sudah bersertifikat (mayoritas anggota bersertifikat RSPO). Sertifikasi ini menguntungkan petani karena dengan sertifikasi tersebut petani bisa mendapatkan akses langsung TBS (Tandan Buah Segar) sawit ke pabrik sehingga akan langsung memutus satu hingga beberapa rantai distribusi yang tentunya akan memotong pendapatan petani.

Aspek-aspek penilaian dari sertifikasi sekaligus menjadi ajang belajar bagi petani untuk tau mana saja area konservasi yang harus dilindungi, apa praktek budidaya yang harus dilakukan, apakah ada satwa yang harus dilindungi, dan ada pekerja yang hak-haknya harus diperhatikan. Yang mana sebelum adanya sertifikasi ini, petani hanya menyontek hal yang biasa dilakukan sebelumnya oleh perusahaan.



Tak hanya merangkul petani, FORTASBI juga memberikan edukasi melalui program Sekolah Tani FORTASBI untuk setiap trainer atau petani yang tergabung dalam forum ini sebagai wadah pemberdaya petani dalam pendampingan. Untuk program ini bisa didiskusikan langsung dengan tim FORTASBI yang ada di daerah kalian.

Yuk dukung FORTASBI untuk mewujudkan sawit berkelanjutan di Indonesia dengan follow Instagram, Youtube, maupun media sosial lainnya di sini. FORTASBI juga sering update pengetahuan dan perkembangan sawit Indonesia di laman media sosialnya loh. Kamu bisa dengerin juga obrolan seru Ceanomic dengan FORTASBI dalam episode ‘Kelapa Sawit yang Sustainable Bisa Gak Sih?’ di Cleanomic Radio!



Lokasi : Bogor

Founder : H. Narno.


592 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua
bottom of page