• Sekar Arum

Kelapa Sawit yang Sustainable Bisa Gak Sih? Ft Rukaiyah Rafik (FORTASBI)


Melanjuti diskusi seputar krisis iklim, kemarin di episode 1 kita udah bahas mengenai Biodiesel dan sempet disinggung kan mengenai pentingnya tata kelola perkebunan kelapa sawit yang keberlanjutan. Hal ini penting karena mayoritas bahan baku biodiesel di Indonesia masih berbasis kelapa sawit. Tapi yang jadi pertanyaan besar, sebenernya bisa ga sih Indonesia punya praktek perkebunan sawit berkelanjutan? Dan kelapa sawit yang sustainable tuh seperti apa sih?

Di podcast episode 2 ini kita bahas tuntas mengenai apa sih yang dimaksud dengan praktik kelapa sawit yang berkelanjutan bareng Ibu Rukaiyah Rafik, Kepala Sekolah Tani dari Yayasan Fortasbi. FORTASBI adalah sebuah organisasi yang berdiri di tahun 2014 sebagai wadah bagi petani sawit yang berkomitmen untuk melaksanakan prinsip-prinsip sustainability di perkebunannya. Ibu Rukaiyah, atau dipanggil Ibu Uki, tugasnya mendampingi para petani kelapa sawit swadaya agar mereka dapat memperoleh sertifikasi sawit seperti ISPO, RSPO dan ICC. Kalau dari diskusinya, proses memperoleh sertifikasi ini ga mudah, karena banyak banget nih standard yang harus dipelajari dan diimplementasikan sehingga memang petani swadaya kita butuh dukungan banyak pihak nih.


Apa sih bedanya sertifikat RSPO, ISPO dan ICC? Nah, itu akan dijawab juga sama kak Uki di podcast ini ya. Kalo kata kak Uki tantangan utama menerapkan praktek perkebunan sawit yang berkelanjutan adalah edukasi (sifatnya masih voluntary nih) dan memperkenalkan hal baru ini ke petani, belum lagi kendala biaya. Tapi penerapan praktek sawit berkelanjutan ini punya banyak dampak positif bagi lingkungan dan juga petani sawit itu sendiri alias #CuanLestari.


Yuk simak aja langsung podcastnya di Cleanomic Radio yang tersedia di spotify, apple podcast, google podcast dan Noice. Subscribe juga podcast kami ini, supaya kamu ga ketinggalan di episode berikutnya yah!



7 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua