• Cleanomic

Thread faedah tentang pendanaan hijau


-A thread-

@hotradero - 15 Juli 2020


Pertama kali tau Bapak Poltak Hotradero ketika ikutan webinar tentang perkembangan pasar modal di Indonesia karena beliau merupakan salah satu speaker di acara itu. Beliau adalah seorang Business Development Manager di Indonesia Stock Exchange yang sering bagi-bagi ilmu di akun twitternya. Pak Holtak membuat thread mengenai yang sudah hampir setahun kami simpan dan ingin share disini yaitu soal pendanaan hijau.


Pendanaan hijau secara luas diartikan sebagai pengaliran dana untuk perubahan iklim, termasuk tanah, hutan, air, laut, konservasi, ketahanan, dan lain sebagainya. Pendanaan hijau direalisasikan melalui produk dan layanan keuangan. Beberapa jenis produk pendanaan hijau, yaitu ritel, investasi perusahaan, manajemen aset, dan asuransi.


Nah, thread tersebut membahas mengenai prospek pendanaan hijau di ASEAN, apa saja yang perlu dilakukan untuk melaksanakan dan bagaimana hal ini dapat memberikan manfaat bagi Indoensia. Isi thread tersebut mencakup:


1. Inisiatif Pendanaan Hijau

Inisiatif ramah lingkungan harus dapat memperbaiki kualitas hidup manusia. Itulah alasan munculnya istilah Keuangan lestari (Sustainable Finance) Ramah lingkungan dan juga ramah manusia. Keuangan Lestari secara utuh harus selaras dengan 17 Prinsip Sustainable Development Goals yang dicanangkan PBB tahun 2015. Alasannya bila perbaikan lingkungan mengabaikan peningkatan kesejahteraan masyarakat maka usaha tersebut tidak akan sustainable. Orang lapar akan menjarah hutan untuk bertahan hidup. Maka lingkungan dan masyarakat harus sama-sama dibenahi.


2. Peluang pendanaan hijau ASEAN

Nah, berdasarkan Green Finance Opportunities di ASEAN yang dirilis Bank DBS, prospek Keuangan Berkelanjutan kawasan ASEAN sangat besar yaitu sebesar USD 3 triliun yang terbagi atas 4 sektor utama.


Berdasarkan diagram diatas, Indoensia memiliki hampir seluruh potensi fokus sektor pendanaan yang ada kecuali pada energi terbarukan, transport dan penanganan polusi . Hal ini didukung oleh keberadaan Indonesia sebagai negara dengan 42% luas daratan ASEAN dan salah satu konsentrasi hutan hujan tropis terbesar di dunia. Indonesia memegang peran sangat penting pada pemeliharaan lingkungan global oleh karena itu Indonesia memiliki peluang yang sangat strategis dalam pendanaan hijau.


3. Peluang strategis Indonesia dalam pendanaan hijau


Diagram diatas adalah diagram peluang pendanaan bagi negara di kawasan ASEAN. Peluang Indonesia di ASEAN adalah terbesar dalam Green Finance. Pada sektor Energi Terbarukan ada potensi USD 400 Miliar di mana peluang Indoensia mencapai mencapai 36%, sementara pada sektor infrastruktur, angkanya lebih besar lagi yaitu USD 1,8 Triliun dan bagian terbesar adalah Indonesia yaitu 36%. Atas alasan tersebut maka Indonesia menjadi negara paling penting di kawasan ASEAN terkait pendanaan ramah lingkungan.


Nah, beliau juga menyampaikan bahwa dalam dokumen Bank DBS digambarkan detail siapa yang berpotensi mendanai keuangan hijau, yaitu institusi global yang ingin lingkungan didunia menjadi lebih lestari. Proyek sudah ada, instrumennya ada, dan investornya ada, tapi kira-kira mana yang perlu diprioritaskan lebih dahulu? Laporan Bank DBS menyatakan bahwa efisiensi energi pada bangunan dan kawasan industri serta transport adalah yang paling feasible (mudah dilasanakan) secara komersil. Pembenahan distribusi energi adalah yang potensinya paling besar. Di masa depan pendanaan lingkungan lestari (green finance) akan menjadi semakin penting dan semakin diminati karena semua hasil investasi konvensional yang selama ini dinikmati bisa ludes dan merugi hanya karena terjadinya suatu kondisi merugikan, contohnya pandemi COVID19.


Bahasannya menarik banget kan? Oh iya, kalau kalian mau melihat thread aslinya boleh langsung check di link berikut ya! https://twitter.com/hotradero/status/1283398720218775552?s=21



10 tampilan0 komentar