top of page

Search Results

Search this site

402 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Work Coffee Indonesia: Tempat Ngopi 0% Plastik dan Berkelanjutan

    Nongkrong di coffee shop seolah menjadi kebutuhan anak-anak muda saat ini. Coffee shop seringkali dijadikan pilihan untuk tempat bekerja atau sekedar kongkow bareng teman, pacar atau gebetan. Biasanya coffee shop yang aesthetic dan Instagramable jadi pilihan utama mereka, padahal ada lho aspek lain yang perlu diperhatikan. Tanpa disadari dengan menjamurnya coffee shop , banyak juga sampah plastik yang ditimbulkan, karena rata-rata coffee shop menggunakan plastik sebagai kemasan minuman atau makanan mereka. Dari berbagai kedai kopi yang ada, apakah kamu pernah “ngopi” di tempat yang selain Instagramable  tapi juga mengusung prinsip-prinsip  ramah lingkungan ? Menjawab keresahan ini, sebuah coffee shop bernama WORK Coffee Indonesia hadir dengan konsep ‘0% plastic’ dalam setiap produknya. Mengusung Konsep Zero Waste Berangkat dari keprihatinannya terhadap sampah, founder WORK Coffee Indonesia Nur Primadiantho mengubah bisnis konvensionalnya menjadi bisnis yang lebih hijau. Memulai bisnis kopi sejak tahun 2017, WORK Coffee telah memiliki 4 cabang yang konsisten menerapkan pengurangan plastik dan sampah pada proses produksi maupun operasinya. Menurutnya, jika kita tidak bisa bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan maka pilihan terbaiknya adalah tidak menghasilkan sampah. Work Coffee mengusung tema ‘Zero Waste’ , gaya hidup yang berupaya untuk meminimalisir produksi sampah, setidaknya di dalam coffee shop mereka. Dengan konsep ‘0% plastic’ ini, kamu tidak akan menemukan sedotan, cup , atau kemasan lainnya yang mengandung plastik disini. Work Coffee juga menggunakan kantong sampah biodegradable dari pati singkong dan menggunakan tatakan gelas yang terbuat dari kertas benih. Menghilangkan Layanan Take Away Guna mencapai prinsip minim sampah , WORK Coffee menghilangkan sistem layanan take away dan tidak mendaftarkan semua cabang WORK Coffee pada platform pesan antar ojek online . Semua itu dilakukan untuk memastikan tidak adanya kemasan plastik yang digunakan. Terus kalau kita pengin take away gimana? Nah, apabila kamu ingin take away , WORK Coffee menyarankan untuk membawa tumbler atau kontainer dari rumah yang dapat digunakan kembali. Meminimalisir Emisi Sebagai upaya pengurangan emisi, Work Coffee meminimalisir penggunaan pendingin ruangan dengan menerapkan konsep open space agar mendapatkan udara dan pencahayaan yang alami pada setiap desain cabangnya yang berada di Bandung, Bekasi dan Jakarta. Langkah pengurangan emisi lainnya, Work Coffee hanya membeli semua bahan produksi yang berada dekat dengan setiap cabang untuk mengurangi emisi kendaraan, serta memudahkan pengiriman barang memakai box yang bisa mereka pakai ulang. Mengubah Ampas Menjadi Kompos Work Coffee juga bertanggung jawab memilah dan mengolah sampah yang mereka hasilkan setiap harinya di masing-masing cabang. Semua sampah organik baik dari ampas kopi dan dapur mereka kelola hingga menjadi pupuk kompos yang kemudian hasil kompos itu mereka bagikan atau jual di setiap outlet . Kopi Berkelanjutan Work Coffee percaya bahwa kopi yang berkualitas dan berkelanjutan hanya akan tercipta jika mereka turut mendukung dan bergandengan tangan dengan produsen. Work Coffee menjalin kemitraan dengan beberapa pertanian keluarga multi-generasi untuk mengembangkan pendekatan lingkungan dalam pertanian kopi sebagai upaya mendukung inisiatif keberlanjutan yang bertujuan memerangi dampak perubahan iklim. Kolaborasi unik ini didasarkan pada tujuan bersama untuk memastikan produktivitas yang lebih tinggi bagi petani, dan membuat industri kopi lokal di Indonesia lebih tahan terhadap perubahan iklim. Yuk turut serta junjung komoditas kopi Indonesia dengan bangga mengonsumsi kopi dari produsen lokal yang mengusung prinsip berkelanjutan. Sesuai slogan Work Coffee “Less Waste More Coffee".

  • Kopi Naka Daur Baur: Sustainable Cafe Design, Manfaatkan Gelas Plastik Jadi Material Baru

    Berdasarkan riset independen Toffin , jumlah kedai kopi di Indonesia hingga Agutus 2019 mencapai lebih dari 2.950 gerai, meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan pada 2016, yang hanya 1.000 gerai. Kopi Nako juga jadi salah satu kedai kopi yang muncul di era tersebut, tepatnya di tahun 2018. Sebagai kedai kopi, Kopi Nako menyadari banyaknya produk dengan penggunaan gelas plastik yang mereka konsumsi dan buang setelah digunakan. Seiring terus bertambahnya outlet Kopi Nako, mereka semakin disadarkan akan isu ini. Kesadaran ini membuahkan sebuah ide mengenai apa yang dapat mereka lakukan dengan sampah ini sebagai wujud tanggung jawab Kopi Nako, setidaknya akan sampah yang mereka hasilkan sendiri. Di tahun 2021, Kopi Nako mengagas inisiatif yang diberi nama Daur Baur, yaitu menggunakan kembali sampah gelas plastik Kopi Nako menjadi material yang memiliki fungsi dan nilai yang baru. Dengan berkolaborasi bersama beberapa pihak dan mengedepankan Sustainable Design, Kopi Nako membuat susunan gelas plastik ini menjadi salah satu elemen arsitektur berupa dinding di Ruang Daur Baur. Inisiatif ini pertama kali diterapkan di Kopi Nako Alam Sutera. Selain sebagai inisiatif pengelolaan sampah, wiremesh atau dinding di bangunan Daur Baur yang terbuat dari susunan 150 - 240 gelas plastik Kopi Nako juga menjadi sebuah tampilan yang unik dan menarik perhatian pengunjung. Sementara itu, ditahun 2022, Kopi Nako kembali mengusung konsep sustainable desain di Kopi Nako Senayan Park. Inisiatif Daur Baur yang dilakukan adalah memanfaatkan kembali material cup plastik bekas Kopi Nako sebanyak 500 kg, yang kemudian diproses menjadi furniture di kedai Kopi Nako Daur Baur ini. Kala itu, Kopi Nako bekerjasama dengan Stereoflow, yang berperan menjadi pengemas kolaborasi, meliputi ornamen mural yang diimplementasikan ke beberapa bangunan Nako sampai ke desain produk. JKTPLAY & FLAB yang mengimplementasikan ide kreatif dalam menggunakan kembali sampah gelas plastik Kopi Nako menjadi elemen estetis arsitektur bangunan Kopi Nako. Robries yang berperan merecycle 1/2 ton cup bekas Nako menjadi furniture seperti meja bar, top table, top stool, display tray dan coffee tray.. Kick Your Butt berperan mengubah sampah puntung rokok menjadi material biopolimer dan Rapeľ sebagai penampung sampah plastik Kopi Nako. Di beberapa cabangnya, Kopi Nako juga berusaha sebisa mungkin memanfaatkan material bekas disekitar mereka sebagai bahan bangunan, contohnya penggunaan kayu jati bekas sebagai tangga dan kayu ulin bekas sebagai tribun kayu/tempat duduk. Saat ini, Kopi Nako telah memiliki lebih dari 30 cabang, yang tersebar di beberapa kota di Indonesia. Kamu bisa mengunjungi outlet Daur Baur terdekat mereka untuk merasakan ambien sustainable design dan interior yang mereka terapkan. Cek lengkapnya di Instagram @kopinako.daurbaur ya!

  • The Oak Tree Cafe: Kedai Kopi Minim Sampah di Surabaya

    Kegemaran minum kopi di Indonesia sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan terus meningkat hingga kini. Hal ini juga beriringan dengan bertumbuhnya persaingan bisnis kedai kopi di Indonesia yang kemudian menempatkan Indonesia menjadi negara dengan konsumsi kopi terbanyak ke-5 di dunia. Jumlah konsumsi kopi di Indonesia mencapai 5 juta kantong berukuran 60 kg pada periode tahun 2020/2021 menurut data dari International Coffeee Organization (ICO). Diluar dari keuntungan ekonomi yang didapat, kita tau bahwa pesatnya bisnis kedai kopi modern dengan sistem take away juga menimbulkan masalah lingkungan. Yap, sampah dari kemasan plastik yang digunakan! Mengingat hal itu, kita sebagai konsumen maupun sebagai owner dari bisnis kopi harus bijak memilih langkah apa yang bisa diambil untuk menangani isu lingkungan ini. The Oaktree cafe jadi satu diantara kedai kopi di Indonesia yang telah memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga stabilitas industri kopi dan kelestarian lingkungan. The Oaktree cafe yang terletak di Surabaya, Jawa Timur ini menerapkan konsep less waste coffe shop sebagai bentuk tanggung jawab dan kepeduliannya terhadap lingkungan. Diskon 20% pada tiap pembelian diberikan pada konsumen yang secara sadar membawa tumbler sendiri untuk kopi take away . Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan semangat para konsumen mendukung gerakan minim sampah ini. Selain itu mereka juga sudah beralih loh menggunakan plastik ramah lingkungan yang terbuat dari singkong atau disebut "Telo Bag" sebagai pengganti plastik kemasan take away . Gelas kopi take away yang mereka gunakan juga terbuat dari bahan nabati yang 100% compostable dan dilengkapi dengan sedotan bambu. Dripper kopi yang biasanya terbuat dari kertas sekali pakai juga diganti dengan dripper berbahan lain yang memungkinkan digunakan berulang kali dengan tetap mempertimbangkan keutuhan dan kualitas rasa yang dihasilkan. Ini juga jadi upaya mereka mengurangi sampah kertas, keren yaa! Para barista di The Oaktree cafe juga turut diberdayakan untuk mengolah ampas kopi menjadi kompos yang kemudian bisa digunakan menjadi pupuk untuk menyuburkan aneka tanaman di taman mereka. Ambience di kedai kopi satu ini sangat nyaman, tersedia banyak bahan bacaan yang bisa dinikmati sembari minum kopi yang asalnya dari petani lokal di seluruh penjuru nusantara. Menurut mereka, rasa lokal harus dikenal karena kenikmatannya, menikmati kopi asal nusantara juga berarti bahwa kita mendukung keberlanjutan petani-petani dan bisnis kopi di Indonesia untuk mendunia. Kamu yang tiggal di Surabaya, atau yang sedang staycation di Surabya wajib singgah di kedai kopi satu ini yaaa. Cek Instagram @theoaktree.sub untuk info lengkapnya!

  • Orvia: Vegan Gelato Cafe dengan Cita Rasa Nusantara

    Ketika cuaca sedang panas, pasti rasanya ingin sekali makan atau minum yang segar dan dingin untuk menyejukan tubuh dan mengembalikan semangat beraktivitas. Nah, makanan dingin yang banyak dicintai orang adalah ice cream. Salah satu jenis ice cream yang populer adalah gelato. Disamping rasa nikmat dan sejuknya ketika masuk mulut, banyak juga loh yang takut mengonsumsi gelato terlalu sering. Nah, vegan gelato bisa jadi alternatif buat kalian yang pengen makan gelato tanpa ‘rasa bersalah’ wkwk . Iya, gelato yang bahan bakunya dari nabati. Emang ada ya? Ada dooong! Perkenalkan ORVIA, gelato vegan pertama di Indonesia yang sudah berdiri sejak tahun 2015. ORVIA ingin berbagi kebahagiaan melalui produk gelato yang dapat dinikmati semua orang (dengan atau tanpa intoleransi makanan). Mereka berusaha berbagi cerita melalui rasa menggunakan bahan-bahan yang sebagian besar bersumber secara lokal dan dipilih dengan penuh perhatian. Menurut ORVIA, menggunakan bahan lokal merupakan wujud apresiasi terhadap produk pangan lokal, petani dan food artisan di nusantara. Aneka rasa gelato yang mereka buat diproduksi menggunakan dibuat dengan bahan-bahan berkualitas. D engan bahan dasar kacang mete dan kedelai, bebas dari dairy, telur, pewarna buatan, perasa buatan, gelatin dan pengawet sehingga aman bagi kamu yang memiliki lactose-intolerant, bergaya hidup vegan ataupun memiliki kendala pencernaan. ORVIA punya pilihan rasa gelato yang beragam dan tidak biasa, antara lain; rasa martabak kacang, pisang bakar, cokelat bandrek, kue jahe, rujak, kolak, bahkan ada rasa tempe loh! Yang surprisingly rasanya enak dan unik. Selain itu ada juga rasa lain yang lebih familiar, seperti vanilla, teh melati, es kopi susu, matcha, coklat, mangga sorbet dll. Harga per scoop- nya juga tergolong affordable . Ada juga series #scoopfornature (bumi, laut dan hutan) yang punya filosofi rasa dan warna yang menarik. ORVIA saat ini memiliki 4 cabang cafe di daerah SCBD, Senopati, Pondok Indah dan Cipete (Mad Grass) yang tempatnya nyaman dan aesthetic. Jadi bisa banget buat tempat berlama lama nongkrong plus foto-foto sambil nikmatin sejuknya vegan gelato. A must try one! Nah kalo yang lokasinya jauh, kamu bisa beli produk gelato sehat dari ORVIA ini di official store Tokopedia mereka ya! Yuk, segera kunjungi ORVIA dan belanja gelato kesukaanmu sepuasnya.

  • Kemasan Alami : Zero Waste Sejak Zaman Baheula

    Photo by Anna Hill on Unsplash Masyarakat semakin sadar akan dampak lingkungan dan mencari solusi untuk mengurangi jejak karbon mereka. Salah satu langkah kecil yang dapat diambil adalah dengan beralih ke kemasan alami. Di Indonesia sendiri, sebetulnya kita sudah terbiasa memakai kemasan pembungkus alami sejak zaman nenek moyang dahulu. Bahkan hingga saat ini, banyak makanan tradisional yang masih dibungkus dengan kemasan alami. Jadi, karena sampah plastik sekali sudah banyak sekali dan berdampak negatif, waktunya untuk kita beralih ke kemasan-kemasan alami ini. berikut adalah beberapa jenis kemasan alami 1. Daun Kelapa Photo by Kasun Peiris on Unsplash Bentuknya yang tipis dan memanjang, daun kelapa biasanya digunakan untuk membungkus, sebelumnya daun pisang dianyam atau digulung terlebih dahulu. salah satu contoh yang paling terkenal dari pemanfaatan daun kelapa adalah ketupat. 2. Daun Pisang Photo by Studio Kealaula on Unsplash Daun pisang merupakan daun yang paling sering digunakan untuk membungkus, karena mudah tumbuh di desa ataupun di kota besar. Ukurannya yang besar juga membuat daun ini digunakan sebagai alas makan bersama. Makanan atau olahan yang dibungkus daun ini tercium lebih harum. 3. Daun Jati Daunnya yang tebal dan lebar membuat makanan/ olahan lebih lama hangatnya. Aroma khusus juga akan tercium jika makanan/ olahan dibungkus oleh daun jati. Salah satu contoh makanan atau olahan yang dibungkus oleh daun jati ini adalah nasi jamblang asal cirebon. 4. Besek Bambu https://pin.it/4i1BXQ1bW Wadah makanan tradisional yang terbuat dari anyaman kulit bambu. Besek bambu sudah ada sejak zaman Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia, yaitu sekitar tahun 400 Masehi. Besek bambu memiliki makna filosofis yang mendalam. Anyaman besek bambu yang rapi dan indah melambangkan berkah dari langit. Besek bambu juga sering digunakan sebagai lambang kesantunan dan kehormatan, terutama dalam ritual adat. Sekarang, besek bambu semakin diminati karena sifatnya yang ramah lingkungan, banyak orang yang menggunakan besek bambu ini untuk makanan yang dijual, souvenir/barang yang akan diberikan kepada orang lain hingga daging kurban. 5. Anyaman Purun https://pin.it/2vCecj9xf Anyaman purun adalah kerajinan tangan yang terbuat dari anyaman daun purun. Purun adalah jenis tumbuhan rumput liar yang tumbuh di daerah rawa atau gambut sehingga masyarakat sekitarnya memanfaatkan dengan membuat anyaman. Anyaman purun memiliki berbagai macam bentuk dan fungsi, seperti tas, topi, keranjang, tikar, dan bahkan furnitur, purun juga berfungsi sebagai filter air dan penyerap logam berat. 6. Kulit Jagung Photo by Anna Barabanova on Unsplash Kulit jagung atau klobot, sering digunakan untuk membungkus kue-kue tradisional, semacam dodol, jenang, wajik atau lepet. seiring berkembangnya inovasi-inovasi dari masyarakat, kulit jagung pun diolah menjadi produk turunan lain, contohnya tisu biodegradable dan kerjinan. Kemasan alami yang sudah ada sejak masa dahulu mencerminkan kebijaksanaan dan kearifan masyarakat yang hidup bersentuhan erat dengan alam. sumber https://www.kompas.com/stori/read/2023/04/30/205019279/muasal-besek-bambu-ada-berkah-dari-langit https://www.mongabay.co.id/2018/04/26/anyaman-purun-itu-seni-rupa-masyarakat-gambut-bukan-industri-kerajinan/ https://kumparan.com/shafhi-vannur/inovasi-tisu-jagung-ramah-lingkungan-1zRJIdk9qvM

  • Peri Bumi x Parongpong : Menyulap Sampah Mainan Plastik Jadi Mainan Baru

    Photo by Xavi Cabrera on Unsplash Mainan bisa jadi masalah bagi keluarga yang tinggal di rumah yang kecil. Soalnya, kalau mainan terlalu banyak, ruangan akan terasa berantakan karena pasti dimainkan setiap hari. Di Miniposiblehouse, Minomic selalu berusaha mengelola mainan dengan membeli mainan yang dapat dimainkan dalam jangka waktu yang lama, dapat dimainkan bersama-sama, atau dapat dikreasikan menjadi berbagai macam permainan. Sesekali, juga melakukan decluttering dan menyumbangkan mainan yang sudah tidak terpakai kepada orang-orang terdekat. Dan saat ini ada loh inisiatif #cuanlestari yang keren dari Peri Bumi yang bekolaborasi dengan Parongpong Raw Lab dalam program PERI PONG, solusi sampah mainan plastik yang akan direcycle menjadi mainan baru. Program ini diusung untuk memperingati Hari Sampah Nasional, dimulai pada 21 Februari hingga 25 Mei 2023 untuk area Jakarta dan Bandung. Pada program ini, kita bisa berdonasi mainan baik dalam kondisi layak maupun tak layak. untuk mainan yang masih dalam kondisi layak, nantinya akan mereka donasikan kembali ke komunitas ataupun lembaga yang membutuhkan sedangkan untuk mainan dalam kondisi yang tak layak akan diproses oleh Parongpong Bahan-bahan ini nantinya akan diolah menjadi material bangunan mainan anak-anak yang akan dipasang di ruang publik, seperti ayunan, jungkat-jungkit, hingga palang rintangan. Alur mainan yang didonasikan oleh kamu nantinya akan seperti ini : Sortir mainan kamu sesuai kriteria PERI PONG yaitu mainan layak pakai dan tidak layak pakai, kamu bisa menggunakan kantong terpisah ya. Mengisi form pengiriman donasi Kamu bisa kirim ke drop off point terdekat lalu nantinya Team PERI PONG bakal kurasi mainan yang kamu donasikan setelah terkurasi nantinya mainan dipisah kembali oleh mereka untuk recycle atau didonasikan. Dengan melibatkan anak dalam proses memilih mainan yang akan disumbangkan atau didaur ulang, orang tua juga mengedukasi anak tentang pentingnya keberlanjutan. Untuk kamu yang tertarik dengan program ini, kamu bisa follow dulu akunnya @id.peribumi dan  @parong.pong untuk info batch selanjutnya! Sumber https://www.greeners.co/aksi/peri-pong-ajak-masyarakat-berdonasi-mainan-anak-layak-pakai/ https://ameera.republika.co.id/berita/rqqicv478/sulap-limbah-mainan-tak-terpakai-jadi-mainan-baru https://twitter.com/Rendy_aditya/status/1627998136823341056

  • Berkunjung ke TPST Bantargebang | Forest Is Our Friend x Cleanomic

    Photo by Antoine GIRET on Unsplash Sampah merupakan salah satu masalah lingkungan yang paling umum terjadi di seluruh dunia khususnya Indonesia. Sampah dapat didefinisikan sebagai sisa buangan dari kegiatan manusia yang tidak memiliki nilai ekonomis. Sampah dapat berasal dari berbagai sumber, seperti rumah tangga, industri, dan pertanian. Menghimpun dari datadoks Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, DKI Jakarta menghasilkan 3,11 juta ton sampah sepanjang tahun 2022. Jumlah ini menjadikan DKI Jakarta sebagai provinsi dengan timbulan sampah terbanyak keempat di Indonesia. Beberapa waktu Forest Is Our Friend bareng minomic berkesempatan untuk berkunjung ke TPST Bantargebang, disana kita melihat langsung tumpukan sampah yang tingginya mencapai 40 meter atau setara dengan gedung 16 lantai.  Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang ini merupakan milik Pemprov DKI di Kota Bekasi dan yang terbesar di Asia yang memiliki luas 104,7 hektar serta sudah beroperasi sejak tahun 1989. Setiap harinya, TPST ini kedatangan 1.300-an truk sampah dengan total 7.000 sampai 8.000 ton sampah dari seluruh area di Jakarta, setiap truk sampah akan didata dan ditimbang, lalu sampah dibuang secara estafet menggunakan alat berat lalu dipadatkan dan sampah di landfill ini juga diolah menjadi energi di Pembangkit Listrik Tenaga Sampah yang merupakan PLTsa pertama di Indonesia. PLTSa ini bisa membakar 100 ton sampah dan menghasilkan 700 kilowatt perjamnya, selain itu ada pengelolaan air sampah dan juga pencucian truk sampah yang dilakukan secara rutin serta penghijauan untuk menanam pohon agar struktur tanah menjadi lebih baik Membuang sampah yang tidak dipilah dapat menciptakan masalah baru, bahkan setelah sampah tersebut diangkut oleh petugas kebersihan. Masalah tersebut tidak hilang, melainkan hanya berpindah tempat dan menjadi masalah bagi orang lain. Di sisi lain, sampah juga dapat menciptakan ekosistem ekonomi, mulai dari banyaknya pemulung yang mencari bahan baku untuk dijual, hingga perusahaan pembangkit listrik yang memanfaatkan sampah sebagai sumber energi. Yuk lebih bijak berkonsumsi dan mari kurangi jumlah sampah kita! Sumber : https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/10/05/jakarta-timur-mendominasi-volume-timbulan-sampah-dki-pada-2022

  • Kelola Sampah Organik Dengan Kompos

    Photo by Chandra Oh on Unsplash Sampah rumah tangga dapat dikelola dengan lebih baik jika kita mulai memilah sampah. Sampah yang dipilah dapat diolah kembali atau didaur ulang, sehingga mengurangi jumlah sampah yang harus dibuang. Namun seringkali kita abai akan hal itu, jadi ujungnya sampah disatukan gitu aja tanpa dipilah terlebih dahulu. sehingga sampah-sampah rumah tangga ini jadinya menumpuk dan tercampur begitu saja di TPA. Terlebih pada pemilahan sampah organik (sisa makanan, kulit sayur/buah dsb), sampah organik ini juga salah satu sampah rumah tangga yang sering banget kita abaikan dalam pemilahannya. seperti kita ketahui bahwa tumpukan sampah organik ini menjadi salah satu penyumbang gas metana (CH4) dan karbondioksida (CO2) ke atmosfer yang kemudian menyebabkan gas rumah kaca dan perubahan iklim. Pengelolaan Sampah Organik sebenarnya bisa kita lakukan dengan memulai kompos di rumah, cara ini salah satu cara mudah dalam pengolahan sampah organik. Ada beberapa cara juga yang bisa dilakukan untuk kompos ini yakni Aerob atau Anaerob dengan sirkulasi udara prosesnya juga tidak berbau, vermikompos dengan menggunakan cacing dan membuat lubang biopori. Kalian juga bisa lihat nih cara kompos sampah organik yang udah dilakukan sama Minomic Tapi tau gak sih ada beberapa negara yang mengatur kewajiban pengelolaan sampah organik dengan kompos. berikut beberapa contoh negara yang sudah menerapkan “kewajiban kompos” : Perancis Tanggal 1 januari 2024, Pemerintah Perancis mengeluarkan aturan “kewajiban kompos”. Dengan dukungan dari Green Fund milik pemerintah, pemerintah kota harus menyediakan cara bagi warga untuk memilah sampah organik, yang meliputi sisa makanan, kulit sayur, makanan kadaluwarsa, dan sampah kebun. Saat ini pemerintah daerah di Perancis mempunyai kewajiban untuk menyediakan sarana yang mudah bagi rumah tangga untuk membuat kompos atau memisahkan sampah organik. Meskipun fasilitas telah diterapkan, tidak akan ada denda yang dikenakan jika tidak mematuhinya. Namun, belum diketahui apakah peraturan yang lebih ketat akan diberlakukan di masa depan. Milan Milan di Italia telah menjalankan program pengumpulan sampah makanan di perumahan sejak tahun 2014. Rumah tangga diberikan tempat sampah khusus dan tas kompos untuk memulai skema ini. Korea Selatan Sejak Korea Selatan melarang pembuangan limbah makanan ke landfill pada tahun 2005, diikuti dengan larangan lain untuk membuang liquid byproduct (dikenal sebagai leachate) ke laut pada tahun 2013, negara tersebut telah menjalankan program pengomposan komprehensif yang mendaur ulang hampir semua makanan yang dibuang menjadi pupuk,  pakan ternak atau, Nanji Sewage Treatment Center, sejenis bahan bakar yang disebut biogas. Indonesia Sebetulnya di Indonesia sendiri sudah ada aturan yang mengatur tentang memilah dan memilih sampah hingga pengelolaan sampahnya yakni dalam PP Nomor 81 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Di dalam Pasal 10 ayat 2 disebutkan bahwa “Setiap orang wajib melakukan pengurangan sampah dan penanganan sampah.” Pengurangan sampah yang dimaksud ini meliputi pembatasan timbulan sampah, pendauran ulang sampah, dan/atau pemanfaatan kembali sampah. Untuk penangan sampah meliputi kegiatan pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pemrosesan akhir sampah. Dan PP ini juga menyebutkan bahwa pengolahan sampah salah satunya meliputi, pengomposan. Kalau berbicara soal fasilitas, di beberapa Kota di Indonesia sudah banyak Fasilitas Pengolahan Sampah Organik dengan Kompos. Di dalam data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional KLHK, kita bisa melihat Fasilitas Pengolahan Sampah Organik yang terbagi dalam 3 Fasilitas : Komposting Skala RT/RW Rumah Kompos Pusat Olah Organik https://warta.jogjakota.go.id/detail/index/20802 Salah satu contohnya yakni Rumah Kompos Nitikan, Rumah kompos ini diampu oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Nitikan. Di dalam Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional KLHK, Kalian bisa lihat lebih lengkap wilayah cakupan mana nih yang menyediakan fasilitas pengolahan sampah organik, klik disini ya! Adapula inisiatif yang bermunculan dari pihak lain dengan program yang mereka bentuk dalam pengolahan sampah organik Magalarva, menyediakan fasilitas pengolahan sampah organik dengan menggunakan teknologi Black Soldier Fly (BSF). Magalarva mengumpulkan sisa makanan dari berbagai sumber limbah untuk mencegahnya berakhir di tempat pembuangan sampah. Sampah makanan dikumpulkan dan dipisahkan di fasilitas Magalarva dan kemudian digunakan sebagai sumber pakan larva BSF. Proses biokonversi ini mengubah sisa makanan menjadi massa tubuh larva BSF yang berprotein tinggi dan pupuk organik. Yayasan Korindo dan Yayasan Forest For Life Indonesia (FFLI) mereka menyediakan fasilitas pengolahan sampah organik dengan teknologi Biokonversi yang memanfaatkan Black Soldier Fly (BSF) di Rest Area/Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) Tol Cibubur. TIP yang terletak di Jalan Tol Jagorawi KM 10 ini adalah TIP pertama di Indonesia yang menerapkan fasilitas pengolahan sampah tersebut. Meskipun di Indonesia sudah ada fasilitas pengolahan sampah organik serta aturan yang menetapkan tentang kewajiban untuk mengurangi sampah serta pengolahan sampah organik itu sendiri tetapi tidak belum ada aturan yang menetapkan konsekuensi yang didapat oleh para pelanggar. semoga kedepannya Indonesia bisa menetapkan aturan tersebut supaya masyarakat bisa lebih pintar dalam memilah dan mengolah sampah organik yang ada di rumahnya masing-masing! Sumber https://sipsn.menlhk.go.id/sipsn/public/home/fasilitas/komposting https://www.euronews.com/green/2024/01/02/france-implements-compulsory-composting-heres-how-it-will-help-slash-emissions file:///C:/Users/User/Downloads/PP%20Nomor%2081%20Tahun%202012.pdf https://pu.go.id/berita/kementerian-pupr-apresiasi-peluncuran-pengolahan-sampah-organik-biokonversi-pertama-di-rest-area-jalan-tol https://magalarva.com/ https://warta.jogjakota.go.id/detail/index/20802

  • Satu Platform: Jasa Manajemen Karbon dan Tata Kelola ESG Perusahaan

    Dunia bisnis yang semakin mengedepankan pentingnya keberlanjutan, membuat perusahaan perlu memastikan bahwa mereka tidak hanya mematuhi regulasi lingkungan tetapi juga berkontribusi positif terhadap masyarakat dan memiliki tata kelola yang baik. Salah satu aspek penting perusahaan dalam mendukung keberlanjutan adalah kontribusi dalam mengurangi emisi karbon yang dihasilkan dalam proses bisnis mereka. Peningkatan emisi karbon terjadi paska revolusi industri ( 30.org , 2014) yang kemudian berdampak pada peningkatan suhu rata-rata global yang meningkat sebesar 2°C (Mc Glashan et al., 2012). Sehingga penting bagi perusahaan untuk mendukung upaya Indonesia dan dunia untuk memerangi krisis iklim melalui penghitungan karbon perusahaan agar diperoleh data yang akurat dan accountable. Satu Platform hadir sebagai solusi lengkap untuk membantu dan memudahkan perusahaan mengelola aspek tersebut . Satu Platform menawarkan jasa terkait carbon management untuk perusahaan atau bisnis yang ingin bertransformasi menjadi bisnis yang mengedepankan ESG (Environmental Social & Government) . Adanya servis yang ditawarkan memudahkan klien untuk mengetahui banyaknya emisi karbon yang dihasilkan sekaligus meng -offest dan memperoleh sustainability report secara transparan. Selain itu, startup yang telah berdiri sejak 2021 ini juga menyediakan platform yang membantu lembaga keuangan untuk membuat keputusan tentang pinjaman atau investasi untuk perusahaan yang berkelanjutan Satu Platform berkomitmen untuk menyediakan tingkat keamanan tinggi terhadap informasi perusahaan untuk melindungi semua data dari ancaman keamanan informasi yang terus berkembang yang ditunjukkan oleh sertifikasi ISO 27001:2013 mengenai standar Sistem Keamanan Informasi. Kalau kamu bertanya, skala perusahaan harus sebesar apa agar bisa menggunakan jasa Satu Platform? Tenang saja, baik itu organisasi kecil-menengah atau perusahaan besar, Satu Platform dapat menyediakan alat yang kamu dan bisnismu butuhkan untuk mengurangi kompleksitas pelaporan ESG, menemukan nilai dalam meningkatkan kinerja ESG dan proaktif dalam pendekatan terhadap manajemen ESG. Satuplatform berada di garis depan inovasi ESG, menawarkan solusi komprehensif untuk membentuk kembali praktik tanggung jawab lingkungan dan sosial bisnis. Dengan komitmen untuk mencapai Net Zero Carbon Emissions pada tahun 2040 dan fokus yang kuat pada pilar Manusia dan Planet, perusahaan mengintegrasikan keragaman, teknologi, dan proses tata kelola yang kuat untuk masa depan yang berkelanjutan dan berdampak. Kamu bisa akses website dan Instagram Satu Platform untuk mengenal mereka lebih lanjut ya! Sebuah perusahaan yang memiliki prinsip dan tata kelola keberlanjutan yang baik dapat meningkatkan reputasi perusahaan juga lho!

  • Trip ke Singapore, #cuanlestari dan Bumi adalah Masjid

    Helllooo, it’s Denia, udah lama banget ga ngisi rubrik Founder’s notes! Aku baru aja upload video #minivlog di youtube buat dokumentasiin perjalanan biztrip aku di Singapore minggu lalu. Di video ini sebenernya pengen sharing beberapa brand dan produk #cuanlestari yang aku pake dan emang udah jadi bagian dari keseharian kami di rumah. Dari mulai pouch isi charger dari Sukkhacitta, tas recycle dari Quicksilver, shampoo tabs dari Segara Natural, natural skincare dari Vjatre, sustainable hotel Llyod’s inn dll. Pas lagi ngedit-ngedit video ini, tiba-tiba keinget sama cerita obrolan bareng Rendy Parongpong yang pernah bilang cita-cita dia adalah suatu hari dia ngajak anak cucunya ke museum terus disana ada satu item yang di preserve lalu cucunya bilang gini: Cucu “Ngki.. itu apaan?” Aki Rendy “ohh itu tempat sampaah ncuu” Cucu “apaan tuh sampah?” Aki Rendy “sampah tuh maksudnya barang buatan manusia yang udah ga bisa dipake dan diapa-apain lagi, dulu kita ga bisa kelolanya, makanya mesti ada tempat buat sampah kaya gini, tapi kalau sekarang kita udah ga perlu lagi” Jadi maksudnya Rendy, dia pengen suatu hari dunia itu ga ada lagi yang dibilang sampah karena semua barang bener-bener bisa diproses lagi secara sirkular. Aku mikir bener juga yah, mudah-mudahan suatu hari ada masa yang ga perlu lagi bahas soal “pilah sampah”, atau “ngompos”, atau bahkan “bisnis ramah lingkungan” karena semua itu udah jadi hal yang NORMAL dan mainstream. Ga usah bahas pilah sampah dan ngompos karena semua orang udah ngerjain itu. Ga usah bahas label bisnis ramah lingkungan, karena semua bisnis itu udah ramah lingkungan! Justru orang malah cringe kalau kita bahas itu karena mereka mikir “duuh,, isnt it obvious! Semua orang juga udah tau dan ngerjain itu kali!” Btw, aku sekarang lagi baca buku Green Deen, Inspirasi Islam dalam Menjaga dan Mengelola Alam. Di bagian intronya aja udah menarik banget, penulis buku ini bilang, ada satu nasehat dari ayahnya yang dia inget banget sampai sekarang dan menginspirasi dia menulis buku ini. Yaitu ada hadis Rasul SAW yang bilang bahwa seluruh hamparan bumi itu adalah Masjid (selain kuburan dan toilet), konteksnya kita bisa shalat dimana aja di bumi kita ini. Lalu penulis ini mikir, kalau seluruh hamparan bumi ini adalah masjid, masa kita semena-mena merusaknya dan tidak menjaga atau memuliakan masjid yang dibuat Allah sih? Apakah kamu akan buang sampah sembarangan di masjid? ngerusak sana-sini di masjid? Mestinya gak kan! Wow, that’s deep, nanti kita bahas lebih lanjut yah kalau udah selesai bacanya. Hehehe…

  • Buang Disini: Solusi Pengelolaan Sampah di Indonesia

    https://buangdisini.com/about-us/ Dalam era modern ini, tantangan terbesar yang dihadapi manusia adalah pengelolaan sampah, Seiring kesadaran akan dampak negatifnya terhadap lingkungan, banyak startup yang berinovasi untuk mencari solusi berkelanjutan. Salah satu sektor yang menonjol adalah startup yang mengolah sampah plastik menjadi produk yang bermanfaat. Buang disini salah satunya. Didirikan oleh Amanai Koeswara, Rezha Varianto Yudhistira dan Arga Wicaksono Daryadi, Sejak 2017, Buang Disini, yang awalnya hanya sekumpulan mahasiswa pecinta lingkungan, bergerak untuk mengatasi permasalahan sampah. Pada tahun 2020, Buang Disini mulai memproses sampah plastik, dan pada tahun 2022, Buang Disini resmi menjadi startup dengan mengembangkan aplikasi mobile untuk penanganan sampah. Buang Disini merupakan startup yang berkomitmen untuk mengubah sampah menjadi komoditas berharga dan menguntungkan dengan mengembangkan solusi inovatif yang meningkatkan transparansi dalam industri sampah dan daur ulang. Tujuan mereka adalah memberdayakan pelanggan dengan wawasan berbasis data yang memungkinkan operasional lebih efisien, efektif, dan berkelanjutan. Buang Disini memiliki 3 layanan : Pertama, Smart Waste Center yang merupakan pabrik recycling, saat ini Buang Disini mengolah 2 jenis sampah yakni plastic waste recycling yang mengubah sampah menjadi semi-raw material dalam bentuk bales plastic dan flakes yang nantinya digunakan lagi oleh industri untuk dijadikan produk baru, kalian juga bisa lihat produknya disini ya! tidak hanya jenis plastik saja yang mereka olah, mereka juga mengolah minyak jelantah menjadi kebutuhan menjadi kebutuhan biodiesel. Smart Waste Center menggunakan teknologi canggih dan digitalisasi untuk mengubah sampah plastik menjadi bahan baku berkualitas tinggi secara efektif. ada lebih dari 390 (Ton) yang mereka olah, lebih dari 50 pemulung yang bermitra, lebih dari 850 pemulung diberdayakan dan lebih dari 500 generasi muda yang berpartisipasi dan berdampak. Kedua, Community Development, Buang disini memberdayakan serta melibatkan komunitas dalam penerapan sirkularitas. dalam hal ini Buang disini menawarkan workshop, training session dan inisiatif CSR untuk movement yang berpusat pada iklim dan isu ekonomi sirkular melalui NGO mereka yang bernama Climater. Community Development ini bergerak di 3 sektor utama: perusahaan, komunitas, dan pendidikan. Program tersebut adalah Buangdsini Drop Point, Buangdisini Goes To School, Avant Garde Waste Art Installation, A Day With Pemulih Bumi, World Clean Up Day, Ce-You Tomorrow, Waste Management Partner dan lainnya. https://buangdisini.com/integrated-mobile-apps/ Ketiga, Mobile Apps Buang Disini, merupakan platform one click yang memberikan aksesibilitas kepada para penyetor sampah didesain dengan fitur aksesibilitas yang baik, aplikasi Buangdisini memungkinkan pengguna dengan kebutuhan berbeda untuk mengakses aplikasi dengan mudah, update harga sampah Buang disini menawarkan harga jual yang kompetitif untuk setiap jenis sampah yang ditukarkan berdasarkan harga pasar sebenarnya untuk setiap jenis sampah, proses penarikan dana, dalam Aplikasinya memiliki proses penarikan yang disederhanakan sehingga pengguna dapat menarik uang mereka dengan mudah dan cepat. dan integrasi data transparan, mereka menjamin keamanan data pengguna dan menyediakan data transaksi yang terintegrasi secara transparan sehingga pengguna dapat memantau setiap transaksi yang dilakukan. Aplikasi ini diliris pada 15 Oktober 2022 dan sudah lebih dari 1000 yang mendownload. Buang Disini berkomitmen untuk menjadi solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Startup ini terus berinovasi untuk meningkatkan kapasitas dan efektivitas layanannya. Oiya kalian bisa download aplikasi Buang Disini di Appstore dan Google Playstore untuk dapet #cuanlestari! Sumber https://tugumalang.id/inovasi-arek-malang-daur-ulang-sampah-lewat-aplikasi-buang-disini/ https://buangdisini.com/

  • Izifill : Solusi Kurangi Sampah Plastik Dengan Mesin Isi Ulang Air Minum

    https://www.facebook.com/photo.php?fbid=770591787367326&set=pb.100032495364579.-2207520000&type=3 Sampah plastik menjadi salah satu masalah lingkungan yang paling serius di dunia. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil sampah plastik terbesar di dunia. Melansir dari Kompas, Produksi sampah di Indonesia setiap tahunnya terus meningkat, di tahun 2022 saja total sampah plastik mencapai hingga 12,54 Juta Ton. Dalam usaha untuk mengurangi sampah plastik dan mempromosikan gaya hidup berkelanjutan, saat ini banyak orang yang sudah beralih menggunakan botol air minum pribadi atau tumbler untuk mewujudkan gaya hidup lestari. namun, terkadang para penggunanya suka bingung nih untuk isi ulang air minum, ketika air minum mereka kehabisan pas lagi dalam perjalanan atau di suatu tempat gitu. Untuk mengurangi pembelian air minum kemasan plastik, Izfill memberikan solusinya dengan mesin isi ulang air minum (Refill Station). Didirikan pada 02 Februari 2020, CEO sekaligus Co-Founder yakn Ichsan Mulia Pertama bersama dengan timnya mendirikan Izifill Refill Station untuk air minum, yang berwujud dispenser. Izifill merupakan startup yang menyediakan air minum gratis untuk masyarakat yang ingin mengisi ulang tempat minum mereka. Izifill juga fokus untuk mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai. Sumber Air yang digunakan Izifill berasal dari air galon, air ledeng atau air sumur dengan melalui beberapa langkah penyaringan : langkah yang pertama- PP Filter, menghilangkan partikel kecil yang kotor dan sedimentasi seperti pasir, karat, dan pengendapan partikel langkah yang kedua- C1 Filter, menghentikan klorin dan VOC yang berbahaya bagi tubuh. langkah yang ketiga- RO Filter, menghilangkan logam berat, mikrobiologi, bakteri, dan virus dengan membran 0,0005 mikron. terakhir C2 Filter, menghilangkan bau dan menstabilkan rasa untuk mendapatkan air segar terbaik. Yang unik cara mengisi ulang air minum kita tidak perlu menyentuh langsung dispensernya. Melalui smartphone kamu bisa langsung masuk ke platformnya mereka dan menemukan tautan Refill Now, lalu pindai QR di Refill Station, pilih ukuran dan suhu air yang Anda butuhkan. Saat ini, Mesin Refill Izifill bisa kamu ditemukan di : Bandung - Workcoffee, Neduh Kopi, SMAN3 Jakarta - SMAN8, Bluebird office Bekasi - Workcoffee Bekasi Bahkan Izifill ini sudah sampai di IKN lohhh, jadi baru-baru ini juga Izifill bersama dengan Aqua Lestari turut bertasipasi sebagai salah satu inovator dalam bidang distribusi air minum yang ramah lingkungan dengan Smart Water Station. Izifill merupakan startup yang memiliki peran penting dalam mendukung perubahan positif menuju konsumsi air yang lebih berkelanjutan. Dengan mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai dan memberikan solusi ekonomis bagi konsumen, mereka membuka pintu menuju masa depan di mana kita dapat menikmati air minum yang bersih dan sehat sambil merawat lingkungan untuk generasi mendatang. Dukungan masyarakat dan kolaborasi dengan pemerintah serta bisnis lokal akan menjadi kunci kesuksesan bagi start-up semacam ini dalam mewujudkan visi keberlanjutan mereka. Untuk info lengkapnya, cek di website mereka yah, siapa tau ada yang mau kolab bareng dengan mereka! Sumber https://www.diplomatsukses.com/den/detail/4-ichsan-mulia-permata https://www.msn.com/id-id/berita/teknologidansains/kurangi-sampah-plastik-izifill-siapkan-dispenser-isi-ulang-botol-air-minum/ar-AA1ey9X6 https://www.kompas.com/properti/read/2023/06/15/180000421/sepanjang-tahun-2022-ada-12-54-juta-ton-sampah-plastik-di-indonesia#:~:text=JAKARTA%2C%20KOMPAS.com%20%2D%20Produksi,terus%20meningkat%20sejak%20tahun%201995.

©2026 by Cleanomic

bottom of page